Produksi Biodiesel dari Mikroalga (Chlorella vulgaris) dengan Metode Ekstraksi Maserasi Menggunakan Pelarut n-Heksana
Abstract
Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2017 Tentang Rencana Umum Energi Nasional, pada tahun 2015 porsi energi fosil dalam bauran energi nasional sebesar 95%, sedangkan energi baru dan terbarukan hanya 5%. Mikroalga Chlorella vulgaris memiliki potensi untuk menjadi sumber energi terbarukan berupa biodiesel, terutama di Indonesia dimana memiliki jumlah Chlorella vulgaris yang berlimpah. Mikroalga jenis ini mudah dikembang biakkan dan memiliki komponen asam lemak sebesar 14-22% sehingga sangat cocok dikembangkan sebagai salah satu bahan baku pembuatan biodiesel. Tetapi penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memanfaatkan mikroalga sebagai bahan bakar masih dalam proses pengembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi terhadap penelitian pengembangan biodiesel dari mikroalga, juga melihat pengaruh pH pada proses pemanenan dengan metode flokulasi dengan penambahan NaOH, serta menghasilkan biodiesel dari Chlorella vulgaris dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut n-heksan. Langkah-langkah dalam produksi biodiesel dari Chlorella vulgaris meliputi tahap persiapan biomassa mikroalga, pemanenan biomassa menggunakan metode flokulasi dengan pengaruh perubahan pH, ekstraksi lipid mikroalga menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksan, dan sintesis biodiesel. Hasil penelitian menunjukkan pH berpengaruh pada proses flokulasi apabila berada pada nilai optimum. pH yang terlalu basa (≥9) akan menyebabkan lisis sedangkan pH yang lebih rendah (≤6) tidak akan menyebabkan pembentukan flok. Hasil uji GC-MS larutan transesterifikasi biodiesel menunjukkan adanya senyawa Hexadecanoic acid, methyl ester sebanyak 0,52% pada sampel 1 dan 0,73% pada sampel 2 yang merupakan Fatty Acid Methyl Ester (FAME).
Collections
- Environmental Engineering [1887]
