Tingkat Kepercayaanan Diri Remaja Ditinjau dari Pola Asuh Orang Tua Etnis Jawa
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara pola asuh mendorong orang tua Jawa dengan tingkat kepercayaan diri remaja. Asumsi awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara pola asuh mendorong orang tua Jawa dengan tingkat kepercayaan diri remaja, yaitu semakin tinggi pola asuh mendorong orang tua Jawa maka akan semakin tinggi tingkat kepercayaan diri remaja, sebaliknya semakin rendah pola asuh mendorong orang tua Jawa maka akan semakin rendah tingkat kepercayaan diri remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang masih aktif sebagai siswa tingkat lanjutan atas di Yogyakarta, yang orang tuanya berlatar belakang budaya Jawa (Jateng, Jatim, dan DIY), berusia 15-18 tahun, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, tinggal di DIY, dan menggunakan bahasa Jawa dalam berinteraksi sehari-hari baik di rumah maupun di sekolah. Jumlah responden sebanyak 237 orang, dan pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kepercayaan diri yang disusun berdasarkan teori Lauster (1990) dan Kumara (Yulianto & Nashori, 2006), dan skala pola asuh mendorong orang tua Jawa yang mengacu pada teori Idrus (2004). Metode analisis data yang digunakan adalah uji korelasi product moment dari Pearson. Perhitungannya dilakukan dengan program SPSS 12.00 for windows. Hasilnya menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara pola asuh mendorong orang tua Jawa dengan tingkat kepercayaan diri remaja, dengan nilai r = 0,419 dan nilai p = 0,000 (p < 0,01).
Collections
- Psychology [574]
