Konsep Perkawinan pada Remaja yang Orangtuanya Bercerai
Abstract
Pengalaman perceraian orangtua cenderung membawa dampak yang cukup berarti bagi remaja terlebih dalam hal persepsinya mengenai perkawinan. Latar belakang pengalaman, kebutuhan dan nilai-nilai yang mereka anut sebelum menjalani perkawinan akan mempengaruhi konsep mengenai perkawinannya terlebih setelah perceraian orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep perkawinan yang dibangun responden setelah mengalami pengalaman perceraian orangtua. Responden dalam penelitian ini berjumlah empat orang remaja tingkat akhir berusia 19- 21 tahun, 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan yang orangtuanya telah bercerai dan berdomisili di daerah Kabupaten Tegal. Metode pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan wawancara dan analisis kualitatif digunakan sebagai metode analisis datanya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka didapatkan hasil bahwa konsep perkawinan yang dibangun para remaja korban perceraian setelah mengalami pengalaman perceraian orangtuanya yaitu mereka lebih menyiapkan secara matang untuk perkawinannya kelak. Keempat responden menunjukkan adanya pembelajaran yang cukup berarti bagi mereka dengan belajar dari kesalahan- kesalahan orangtua mereka yang telah menyebabkan perceraian. Meskipun pada kedua responden perempuan merasakan adanya ketakutan dan trauma dalam menjalani hubungan walaupun hanya sedikit, tetapi mereka tetap optimis bisa menjalani perkawinannya kelak dengan lebih baik dari orangtua mereka. Berbeda dengan responden laki-laki yang tidak merasakan adanya trauma terhadap perkawinan karena menganggap ketika perkawinan sudah tidak ada kecocokan lagi maka perceraian dianggap sebagai jalan keluar yang terbaik. Sikap yang ditunjukkan keempat responden terhadap perkawinan didasari oleh dorongan dan pengertian yang diberikan oleh orangtua mereka dan juga jiwa keempat responden yang dapat bangkit dan berpikir lebih baik ke depan untuk perkawinannya kelak. Mereka sama-sama bertekad tidak ingin mengalami perceraian pada perkawinannya kelak terutama untuk keturunan mereka agar tidak mengalami nasib seperti dirinya.
Collections
- Psychology [2602]
