Transformasi Keamanan dari Jamaah Tabligh Melalui Metode Khuruj
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi keimanan Dai Jamaah Tabligh melalui metode khuruj. Berdasarkan pustaka dan litaratur, Allah Subhanahu Wata'ala telah meletakkan kejayaan manusia di dunia dan akhirat dalam agama yang sempurna seperti yang dibawa oleh Rosulullah Shollallahu alaihi wassallam. Namun yang terjadi kebanyakan dari umat Islam pada saat ini belum ada kekuatan untuk mengamalkan agama secara sempurna. Para sahabat Rodhiallahu anhu telah dapat mengamalkan agama secara sempurna dengan cara mendakwahkan pentingnya agama dan iman yakin kepada Allah. Transformasi keimanan yang dihasilkan melalui metode khuruuj memiliki tingkat signifikansi yang tinggi. Individu yang sebelumnya berada dalam kondisi iman lemah berbalik menjadi kehidupan yang penuh iman yakin kepada Allah. Begitu juga halnya dengan sebagian dai Jamaah Tabligh, yang sebelumnya pernah menjalani hidup dengan cara memperturutkan hawa nafsu, dan enggan mendekatkan diri kepada Allah, kini dalam kesehariannya berupaya untuk menjaga amalan sholat berjamaah dengan tidak tertinggal takbiratul-ula, dan juga berupaya untuk memegang teguh amalan-amalan sunnah baik secara berpenampilan (suuroh), beribadah (sariiroh), dan juga berfikir (sikroh) sebagaimana baginda Nabi Muhammad Shollallaahu alihi wa sallam melakukannya. Inilah fenomena transformasi keimanan yang sangat menarik untuk diteliti. Para dai yang sebelum bergabung dengan usaha dakwah Jamaah Tabligh pada awalnya berada dalam kondisi fujur, kemudian berangsur-angsur mengalami perubahan positif, baik secara jasadi dan nafsani (kognitif dan afektif), maupun ruhani (spiritual), setelah para responden mencoba usaha dakwah dengan metode khuruuj yang meninggalkan sanak keluarga di rumah selama tiga hari. Subjek dalam penelitian ini adalah Seseorang yang masih aktif dalam usaha dakwah Jamaah Tabligh sclama lebih dari sepuluh tahun. Berjenis kelamin laki-laki. Berusia antara 30 - 50 tahun. Sudah berkeluarga, dan Berdomisili di Jogjakarta. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan metode wawancara mendalam (in-depth interview) dan juga observasi partisipasi (observation participation). Metode analisis data untuk wawancara dalam penelitian ini menggunakan metode pengkodcan (coding), yang terdiri dari pengkodean terbuka, koding axial dan pengkodean selektif, sedangkan Dalam mengambil sampel perilaku, peneliti menggunakan Time Sampling (pencatatan berkala) yang mengacu pada peneliti dalam memilih interval waktu untuk melakukan obscrvasi secara sitematis atau secara acak (Shougnessy, Zechmeister & Zechmeister, 2007). Responden yang diwawancarai berjumlah dua orang dan juga seorang informan. Dalam penelitian ini, ditemukan transformasi keimanan yang dialami responden secara islami, faktor pendukung dan faktor penghambat serta bagaimana kehidupan responden setelah memutuskan untuk menjadi seorang Dai Jamaah Tabligh. Rincian mengenai hasil penelitian, dideskripsikan dalam laporan penelitian ini.
Collections
- Psychology [582]
