Hubungan antara Religiusitas Orang Tua dengan Perilaku Kekerasan terhadap Anak
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara religiusitas orangtua dengan perilaku kekerasan terhadap anak. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara religiusitas orangtua dengan perilaku kekerasan terhadap anak. Semakin tinggi religiusitas orangtua maka semakin rendah perilaku kekerasan terhadap anak, dan sebaliknya semakin rendah religiusitas orangtua maka semakin tinggi perilaku kekerasan terhadap anak. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 82 orangtua (ayah atau ibu) yang memiliki anak di bawah usia 18 tahun, beragama islam dan bertempat tinggal di daerah Sleman. Adapun pengumpulan data menggunakan dua jenis skala, yaitu skala religiusitas dan skala perilaku kekerasan terhadap anak. Skala religiusitas disusun peneliti dengan memodifikasi skala religiusitas dari Syafiq (2004) berdasarkan dimensi-dimensi religiusitas yang dikemukakan oleh Glock & Stark (Ancok & Suroso, 1995). Skala perilaku kekerasan terhadap anak disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak dari Suharto (Huraerah, 2007). = Metode analisis data yang dilakukan untuk menguji hipotesis menggunakan uji korelasi Product Moment dari Pearson dengan bantuan program SPSS 11.5 for Windows. Hasil analisis menunjukkan besarnya koefisien korelasi 4.33 dengan p 0.00 (p<0.01). Hal ini menunjukkan bahwa ada korelasi negatif yang sangat signifikan antara religiusitas orangtua dengan perilaku kekerasan terhadap anak, sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Sedangkan sumbangan efektif yang diberikan oleh variabel religiusitas terhadap variabel kekerasan terhadap anak sebesar 18,7%.
Collections
- Psychology [582]
