Hubungan antara Keberfungsian Keluarga dengan Kenakalan Remaja
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan negatif antara keberfungsian keluarga dengan kenakalan remaja. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara keberfungsian keluarga dengan kenakalan remaja. Semakin tinggi keberfungsian keluarga maka semakin rendah kenakalan remaja dan semakin rendah keberfungsian keluarga semakin tinggi kenakalan remaja. Subyek dalam penelitian ini adalah 78 responden SMA N 2 Ngaglik, terdiri dari 23 laki-laki dan 55 perempuan yang berusia 16 18 tahun, tinggal bersama keluarganya. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang disusun sendiri oleh peneliti, untuk keberfungsian keluarga disusun dengan mangacu pada teori keberfungsian keluarga dikemukakan oleh Moos dan Moos (Mandara dan Murray, 2002) dan kenakalan remaja mengacu pada teori sebutkan oleh Jensen (Sarwono, 2002). Metode analisis data menggunakan program SPSS 15.0 for windows untuk menguji apakah terdapat hubungan negatif antara keberfungsian keluarga dengan kenakalan reamja. Hasil korelasi spearman dari Pearson menunjukkan besarnya koefisien korelasi sebesar r= -0,244 dengan p 0,016 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada korelasi negatif yang sangat signifikan antara keberfungsian keluarga dengan kenakalan remaja, sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Sedangkan sumbangan efektif yang diberikan variabel keberfungsian keluarga terhadap variabel kenakalan remaja sebesar 5,9% yang berarti masih ada 94,1% faktor lain yang mempengaruhi kenakalan remaja, yaitu faktor pergaulan teman sebaya, identitas, kontrol diri, lingkungan tempat tinggal, dan sosial ekonomi keluarga.
Collections
- Psychology [597]
