Hubungan Antara Persepsi Keberfungsian Keluarga dengan Motivasi Belajar pada Siswa SMAN 1 Sleman
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara persepsi keberfungsian keluarga dengan motivasi belajar pada siswa. asumsi awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara persepsi keberfungsian keluarga dengan motivasi belajar siswa. semakin tinggi keberfungsian keluarga, maka semakin tinggi pula motivasi belajar pada siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang bersekolah di SMA N 1 Sleman. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada teori Epstein (Barker, 1986), yang berjumlah 31 aitem, sementara skala motivasi belajar berjumlah 26 aitem yang disusun berdasarkan aspek-aspek motivasi belajar menurut Pintrinch & Schunk (dalam Conley & Karabenick 2006). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 16.0 untuk menguji apakah terdapat hubungan positif antara persepsi keberfungsian keluarga dengan motivasi belajar siswa. korelasi product moment dari pearson menunjukkan nilai $r = 0,441$ dengan $p = 0,000$ ($p<0,05$), yang artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi keberfungsian keluarga dengan motivasi belajar pada siswa SMA, sehingga hipotesis diterima.
Collections
- Psychology [329]
