Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Perdesaan Kabupaten Sleman (Studi Kasus Jalur A3 dan D6)
Abstract
Dari sekian banyak sarana transportasi yang ada di Kabupaten Sleman kendaraan pribadi terutama sepeda motor masih menjadi sarana transportasi favorit bagi masyarakat, hal ini berbanding terbalik dengan perkembangan sarana transportasi umum yang terus turun kinerja pelayanannya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja angkutan perdesaan Kabupaten Sleman dengan studi kasus Jalur A3 (Terminal Jombor – Terminal Prambanan) dan Jalur D6 (Terminal Jombor – Maguwo) di lihat dari tingkat pelayanan maupun kondisi fisik kendaraan. Parameter kinerja yang dievaluasi diantaranya waktu sirkulasi, waktu antara, kecepatan perjalanan, faktor muat, ketersediaan kendaraanserta karakteristik dan kepuasaan penumpang terhadap fasilitas dan pelayanan angkutan. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan penelitian langsung di lapangan yaitu berupa jumlah penumpang, waktu sirkulasi, waktu antara, serta karakteristik dan kepuasaan penumpang sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait yaitu Dishubkominfo Kabupaten Sleman dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan dalam analisis pada penelitian ini menggunakan metode sesuai Ditjen Perhubungan Darat (2002). Dari hasil penelitian di lapangan diperoleh kinerja angkutan untuk Jalur A3 dari segi waktu sirkulasi sebesar 228 menit, waktu antara 24,61 menit, kecepatan perjalanan 20,26 km/jam, faktor muat 28,35%, ketersediaan kendaraan 47,62% dan untuk Jalur D6 didapat waktu sirkulasi sebesar 115 menit, waktu antara 11,6 menit, kecepatan perjalanan 16 km/jam, faktor muat 44,83%, ketersediaan kendaraan 60% sehingga belum memenuhi standar sesuai Ditjen Perhubungan Darat (2002) diperlukan aternatif perbaikan untuk Jalur A3 dan D6 dengan asumsi, aternatif perbaikan 1 faktor muat ekisting, aternatif 2 jalur dipotong menjadi 2 trayek berbeda Jalur A3-A (Terminal Jombor-Tajem) dan A3-B (Tajem-Terminal Prambanan) dengan faktor muat Demand 46,9%, aternatif 3 dengan faktor muat 70% didapat aternatif perbaikan terbaik 3 untuk Jalur A3 yaitu sebesar 252 penumpang/hari dengan kebutuhan armada 13 unit dan untuk Jalur D6 sebesar 378 penumpang/hari dengan kebutuhan armada 12 unit. aternatif 4 dengan metode overlapping tersisa jalur hasil aternatif 2 untuk Jalur A3 yaitu Jalur A3-B (Tajem-Terminal Prambanan) dan metode overlapping untuk angkutan Jalur D6 dihapuskan karena mengalami 100% overlapping dengan angkutan lain, karakteristk penumpang angkutan Jalur A3 didominasi perempuan dengan rentang usia 20-30 tahun dengan penghasilan 500rb-1jt rupiah dan tujuan perjalanan untuk bekerja, dan karakteristk penumpang angkutan Jalur D6 didominasi perempuan dengan rentang usia 20-30 tahun dengan penghasilan < 500rb dan tujuan perjalanan untuk bekerja.
Collections
- Civil Engineering [4785]
