Standardisasi Ekstrak Etanol Daun Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.) Hasil Budidaya Petani Sardonoharjo, Sleman berdasarkan Parameter Spesifik dan Nonspesifik
Abstract
Standardisasi adalah proses menjamin bahwa produk akhir (obat, ekstrak, atau produk ekstrak) mempunyai nilai parameter tertentu yang konstan dan ditetapkan (dirancang dalam formula) terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter spesifik dan nonspesifik standardisasi ekstrak daun kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) dan membandingkannya dengan acuan yang telah ditetapkan. Sampel daun kangkung darat yang diperoleh dari desa Sardonoharjo, Sleman Yogyakarta dimaserasi menggunakan etanol 96% selama enam hari dengan sekali remaserasi, kemudian ekstrak yang diperoleh di standardisasi berdasarkan parameter spesifik dan nonspesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kental daun kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) memiliki nilai parameter spesifik dan nonspesifik sebagai berikut : ekstrak berbentuk cair dan kental, berwarna hijau kehitaman, berbau khas, dan mempunyai rasa asam pahit, kadar betakaroten untuk 0,5% adalah 5,73±0,70% b/b, bobot jenis 0,83±8×10-3 , kadar air rata-rata yakni 20,60±0,27% b/b, kadar abu total 3,33±0,04% b/b, kadar abu tidak larut asam 2,45±0,19% b/b, cemaran logam berat Pb <LoD tetapi untuk cemaran logam berat Cd adalah 0,58±0,25 ppm, perhitungan angka lempeng total dan uji sisa pelarut etanol menunjukkan hasil negatif. Dari semua uji parameter spesifik maupun non spesifik menunjukkan ekstrak kental daun kangkung darat yang diperoleh telah memenuhi standard yang ditetapkan Materia Medika Indonesia, Farmakope Herbal Indonesia, dan Standar Nasional Indonesia, kecuali kadar abu tidak larut asam dan uji kadar cemaran logam berat Cd.
Collections
- Pharmacy [1885]
