Formulasi dan Optimasi Self-Foaming Clay Soap (SFCS) Talkum dengan Desain D-Optimal
Abstract
Najis mughallazhah termasuk najis besar yang cara mensucikannya dibasuh air yang suci sebanyak tujuh kali dan salah satunya dicampur tanah. Masyarakat menemui ketidakpraktisan untuk mensucikan najis, sehingga dibutuhkan sediaan sabun dalam bentuk Self-Foaming Clay Soap (SFCS) dengan campuran tanah (clay) talkum. Sediaan SFCS talkum dikembangkan karena lebih praktis dan lebih menarik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui formulasi dan optimasi SFCS talkum dengan desain D-Optimal. Desain D-Optimal menggunakan variabel independen (x) dan respon (y). Variabel independen yang digunakan pada desain ini yaitu talkum (X1, 1-5%), Sodium Lauril Sulfat (SLS) ( X2, 2-7%), potassium cocoate (X3, 1-5%), dan cocamidopropyl betaine (X4, 1- 3%). Sedangkan respon yang merupakan variabel dependen yaitu viskositas (Y1, cp), daya buih (Y2, cm), dan zeta potensial (Y3, mV). Setelah diperoleh data eksperimen (x,y), diolah dengan analisis ANOVA untuk mendapat model regresi polinomial. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan (P<0,05) pada respon viskositas yaitu membentuk model cubic mixture. Sedangkan untuk respon daya buih dan zeta potensial tidak ditemukan hubungan signifikan. Kompisisi bahan formulasi optimal yaitu 5% talkum, 6,692% SLS, 4,733 % potassium cocoate, dan 3,574% cocamidopropyl betaine. Sedangkan hasil karakterisasi dari formulasi SFCS talkum optimal yaitu berwarna putih susu, berbentuk cair sedikit kental, memiliki bau khas talkum, nilai pH 7,3 ± 0,11, nilai viskositas 80,93 ± 9,62, nilai daya buih 8,78 ± 0,2 cm dan nilai zeta potensial - 4,18 ± -0,89 mV. Desain D-Optimal dapat digunakan untuk menentukan formulasi yang optimal.
Collections
- Pharmacy [1895]
