• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Ekstrak Etil Asetat Batang Jarak Tintir (Jatropha multifida L.) terhadap MRSA dan Staphylococcus aureus ATCC 26253

    Thumbnail
    View/Open
    12613155.pdf (2.778Mb)
    Date
    2017
    Author
    Safitri, Linda Purnama
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Jatropha multifida L. merupakan salah satu family Euphorbiaceae yang banyak dimanfaatkan getahnya oleh masyarakat Indonesia untuk mengobati luka dan sebagai antiinflamasi. Jatropha merupakan penghasil senyawa diterpen yang memiliki aktifitas biologis sebagai antitumor, sitotoksik dan antimikroba. Diduga tanaman ini berperan dalam terbentuknya zona hambat pada bakteri gram-positif jenis Staphylococcus seperti Staphylococcus aureus dan MRSA. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya senyawa aktif antibakteri seperti saponin, flavonoid, tannin dan polifenol pada bagian batang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengamati secara visual aktivitas antibakteri dari fraksi ekstrak etil asetat batang Jatropha multifida L. yang paling aktif terhadap Staphylococcus aureus dan MRSA. Digunakan proses ekstraksi soxhletasi untuk mendapatkan ekstrak kental tanaman, dilanjutkan dengan instrumen KLT dan proses fraksinasi dengan KLTP. Penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi ekstrak etil asetat batang Jarak Tintir (Jatropha multifida L.) 10.000 ppm yang diujikan dengan metode mikrodilusi memiliki aktivitas antibakteri terhadap MRSA dan Staphylococcus aureus. Senyawa terpenoid, flavonoid, fenolik dan alkaloid menunjukkan aktivitas antibakteri yang baik dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus, sedangkan senyawa terpenoid, flavonoid dan alkaloid paling baik dalam menghambat bakteri MRSA dibanding fenolik. Senyawa alkaloid, terpenoid, dan flavonoid paling baik dalam menghambat kedua bakteri Staphylococcus aureus dan MRSA.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/62494
    Collections
    • Pharmacy [1864]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV