Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Hipertensi di Puskesmas Kotagede II dan Puskesmas Mergangsan Yogyakarta
Abstract
Kepatuhan merupakan faktor penting untuk memperoleh keberhasilan terapi pada penderita hipertensi. Kepatuhan dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal pasien. Pengetahuan terkait penyakit dan pengobatan merupakan faktor internal yang dapat mempengaruhi kepatuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, tingkat kepatuhan pasien, serta hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pada pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede 2 dan Mergangsan Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional rancangan cross sectional dengan jumlah 116 pasien yang dipilih secara accidental sampling dari pasien rawat jalan di Puskesmas Kotagede 2 dan Mergangsan Yogyakarta pada bulan Maret sampai dengan Mei 2017. Data dikumpulkan dari hasil pengisian kuesioner. Penilaian tingkat pengetahuan pasien diukur menggunakan kuesioner HFQ (Hypertension Fact Questionnare), sedangkan tingkat kepatuhan pasien diukur menggunakan kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence Scale). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Spearman, dan Chi-square untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan pasien hipertensi berada pada kategori sedang, baik di Puskesmas Kotagede 2 (68,57%) maupun di puskesmas Mergangsan (64,20%). Sedangkan tingkat kepatuhan pasien hipertensi mayoritas rendah, baik di Puskesmas Kotagede 2 (51,43%) maupun di Puskesmas Mergangsan (40%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pasien tentang hipertensi dan pengobatannya dengan kepatuhan pasien dalam pelaksanaan terapi hipertensi.
Collections
- Pharmacy [1864]
