Evaluasi Sistem Cold Chain Vaksin di Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
Pengontrolan suhu selama penyimpanan dan pendistribusian penting dalam menjaga kualitas vaksin agar tetap memberikan manfaat yang optimal dan tidak mengalami kerusakan. Vaksin memerlukan sistem untuk menjaga suhu baik selama penyimpanan maupun pendistribusian yaitu vaccine cold chain atau rantai dingin vaksin. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kesesuaian distribusi dan penyimpanan rantai dingin vaksin serta untuk mengetahui kualitas pengelolaan vaksin di Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data yang diperoleh berasal dari data kualitatif dan data kuantitatif. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan purposive sampling. Subjek uji adalah petugas yang bertanggung jawab dalam pengelolaan vaksin yang terdapat di Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Data kualitatif diperoleh dari lembar checklist observasi dan wawancara yang dianalisis dengan triangulasi. Data kuantitatif diperoleh dari data laporan monitoring vaksin, SBBK (Surat Bukti Barang Keluar), Kartu batch, dan kartu monitoring suhu. Data kuantitatif dianalisis dengan menghitung presentase indikator. Hasil evaluasi sistem cold chain di Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta secara kualitatif sudah sesuai dengan pedoman Peraturan Menteri Kesehatan nomer 42 Tahun 2013 dan Cara Distribusi Obat yang Baik Tahun 2012. Kualitas pengelolaan vaksin secara kuantitatif sudah cukup baik berdasarkan indikator persentase rata-rata waktu kekosongan vaksin sebesar 5,57%, persentase stok mati sebesar 0%, tingkat ketersediaan vaksin berkisar antara 19-39 bulan, vaksin rusak/kadaluarsa sebesar 0%, kesesuaian suhu penyimpanan dan kesesuaian FEFO dengan penyimpanan 100% telah sesuai dengan standar.
Collections
- Pharmacy [1864]
