Pengaruh Praperlakuan Jus Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap Farmakokinetika Rifampisin pada Tikus Wistar Jantan
Abstract
Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu bahan yang sering digunakan sebagai suplemen dalam terapi tuberkulosis. Kulit buah manggis mengandung senyawa a- dan B-Mangostins serta garcinone B yang terbukti memiliki daya anti Mycobacterium. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian peroral jus kulit manggis terhadap profil farmakokinetika rifampisin pada tikus putih jantan galur Wistar. Hewan uji menggunakan tikus yang terdiri dari 2 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus kemudian tikus dipuasakan selama 12 jam lalu ditimbang dan diberi perlakuan. Kelompok I tikus diberi rifampisin dengan dosis 50 mg/kg BB sebagai kelompok kontrol. Kelompok II tikus diberi praperlakuan jus kulit manggis 200 mg/kg BB selama 7 hari kemudian diberi rifampisin 50 mg/kg BB sebagai kelompok perlakuan. Pada jam ke 0,25; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; 3,0; 4,0; 6,0; 8,0; 10,0; 12,0; dan 24,0 diambil sampel darah kemudian ditetapkan kadar rifampisin dalam sampel darah dengan HPLC. Hasil yang diperoleh dibuat kurva kadar rifampisin dalam darah terhadap waktu kemudian ditentukan nilai parameter farmakokinetik rifampisin seperti Cmax, Tmax, Vd, Cl, t1/2, k, AUC0-∞, AUMC, dan MRT. Parameter farmakokinetika yang diperoleh pada dua kelompok perlakuan dianalisis dengan uji t-independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian praperlakuan jus kulit manggis tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap farmakokinetika rifampisin.
Collections
- Pharmacy [1864]
