Penerapan Lean Six Sigma untuk Mengurangi Waste di Bagian Sub Assy Case (Studi Kasus: PT. Yamaha Indonesia)
Abstract
PT. Yamaha Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan alat musik khususnya piano. Sub assy case salah satu bagian dari departemen assembly yang bertugas untuk merakit sub kabinet. Target produktivitas sub assy case adalah 15%. Produktivitas erat kaitannya dengan pemborosan. Cara untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan menghilangkan pemborosan-pemborosan. Pemborosan yang ditemukan di bagian sub assy case terdiri dari pemborosan gerakan, cacat, persediaan dan transportasi. Pemborosan ini didukung dengan nilai process cycle efficiency sub assy case sebesar 72% dan level sigma sebesar 3,668 yang berarti menghasilkan cacat dalam sejuta kemungkinan sebanyak 15074,587 unit. Penyebab utama pemborosan terdiri dari adanya kesalahan operator dalam memperlakukan atau proses kabinet karena sebagian besar proses perakitan masih manual, desain tempat kerja yang kurang efisien, adanya ketidaksinkronan antara permintaan piano utama (keyboard, sideboard dan lain-lain) dengan sub assy kabinet dari bagian Sub Assy Case dan adanya waktu antar proses yang berbeda serta kurangnya koordinasi antar bagian unit kerja. Perbaikan bagian Sub Assy Case untuk mengatasi pemborosan-pemborosan yang ada adalah adanya peningkatan kemampuan pekerja, mesin otomatis, menjaga area kerja tetap bersih dan adanya alat bantu yang dapat meminimalkan kesalahan pekerja dalam proses produksi serta desain tempat kerja yang lebih efisien.
Collections
- Industrial Engineering [2859]
