Pengaruh Pemberian Intervensi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) terhadap Pengetahuan, Sikap, Tindakan, dan Rutinitas Masyarakat di Desa Potorono, Yogyakarta Periode September 2016–Februari 2017
Abstract
Demam Berdarah Dengue(DBD) merupakan penyakit infeksi akibat virus dengue, nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictusadalah vektor dari virus dengue.Kasus DBD di Indonesia pada tahun 2015 terjadi 129.650 kasus, sebanyak 3.420 kasus terjadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan di Kecamatan Banguntapan terjadi lebih dari 100 kasus. Kasus DBD yang tinggi berbanding lurus dengan keberadaan jentik, pengetahuan serta tindakan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi keberadaan jentik. Pemberian penyuluhan dapat meningkatkan tingkat pengetahuan, sikap, tindakan serta rutinitas masyarakat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi terhadap tingkat pengetahuan, sikap, tindakan, dan rutinitas masyarakat terkait pencegahan DBD. Metode penelitian adalah kuasi-eksperimental post-test only with control group design, pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling dan accidental sampling. Penentuan jumlah sampel menggunakanmetode Slovin dengan toleransi kesalahan 10%. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney dan T-Test dengan alpha10%. Terdapat pengaruh pemberian intervensi pencegahan DBD terhadap tindakan (p=0,000) dan rutinitas (p=0,000) masyarakat Desa Potorono sebagai kelompok perlakuan dibandingkan dengan masyarakat Desa Timbulharjo sebagai kelompok kontrol.
Collections
- Pharmacy [1864]
