Evaluasi Sistem Cold Chain pada Vaksin di Puskesmas Sentolo I dan Puskesmas Galur I Kabupaten Kulon Progo
Abstract
Vaksin harus disimpan dengan baik sejak diproduksi hingga diberikan ke dalam tubuh. Secara teori, cold chain merupakan strategi untuk menjaga kualitas vaksin, mulai dari penyimpanan, distribusi hingga pemeliharaan. Namun yang terjadi di lapangan, banyak daerah belum memperhatikan cold chain sepenuhnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan mengevaluasi sistem cold chain vaksin di Puskesmas Sentolo I dan Galur I Kabupaten Kulon Progo. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian dipilih melalui teknik Purposive Sampling. Data yang diperoleh adalah data kualitatif yang bersumber dari pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik serta Peraturan Menteri Kesahatan Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2013. Data kuantitatif yakni rekap penggunaan vaksin di Puskesmas Sentolo I dan Galur I. Data kualitatif yang diperoleh selanjutnya akan diolah dengan tabulasi serta dianalisis dengan metode triangulasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu pengelolaan cold chain Puskesmas Sentolo I dan Galur I belum sepenuhnya sesuai pedoman. Kualitas pengelolaan vaksin berdasarkan indikator kualitas pengelolaan vaksin di Puskesmas Sentolo I dan Galur I berturut- turut pada tingkat ketersediaan vaksin berkisar antara 12-16,09 bulan dan 9,53-30 bulan, persentase waktu kekosongan vaksin di kedua puskesmas sebesar 16,71% pada vaksin IPV, persentase stok mati vaksin sebesar 0%, total persentase vaksin rusak/kadaluarsa sebesar 54,98% dan 7,5%. Kesesuaian suhu penyimpanan vaksin dan kesesuaian penyimpanan vaksin sesuai kondisi FEFO di kedua puskesmas sudah sesuai.
Collections
- Pharmacy [1864]
