Konsep Ummi dan Ilmu dalam Al-Qur'an
Abstract
Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman, yang diutus oleh Allah SWT untuk memberikan peringatan dan pelajaran bagi seluruh umat manusia di dunia ini, sebagaimana termaktub dalam al-Qur'an surat al-Anbiya' ayat: 107, dan tidak diragukan lagi, bahwa al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai wahyu Allah dan berperan sebagai motivator, agar manusia mencari dan menggali ilmu pengetahuan, sebagaimana diungkapkan dalam al-Qur'an surat al- al-Alaq ayat 1. Sementara disisilain ada yang menganggap bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang buta huruf, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Jumu'ah ayat 2. Sehingga sesuatu yang mustahil, orang yang buta huruf dapat membacakan dan mengajarkan ilmu kepada orang lain. Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diungkapkan rumusan masalah sebagai berikut: 1) bagaimana relevansi Ummi dengan buta huruf dan prilaku bangsa Arab?, 2) bagaimana konsep Ummi dalam al-Qur'an?, dan 3) bagaimana relevansi Ummi dengan ilmu dan kecerdasan daya nalar Nabi. Adapun metodologi yang digunakan dalam memahami persoalan ini adalah menggunakan studi pustaka (Library Research), dengan mengumpulkan data-data yang terkait dengan pokok pembahasan, terutama ayat-ayat al-Qur'an tentang ummi dan ilmu, dan buku-buku lainnya sebagai pendukung yang ada kaitannya dengan permasalahan tersebut, dengan menggunakan pendekatan Historis (Historical Metode) melihat fakta-fakta sejarah mulai dari masa Nabi Muhammad, para sahabat dan seterusnya baik yang menjadi pengikut Nabi maupun yang menentangnya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, dan sekaligus merupakan jawaban dari rumusan masalah adalah sbb: 1. Bahwa sifat Nabi yang Ummi itu adalah bukanlah sifat yang dimiliki oleh bangsa Arab yang dahulu atau sekarang. Tetapi beliau adalah seorang Nabi yang diberikan keistimewaan oleh Allah SWT. Sedangkan sifat yang ada pada bangsa Arab adalah benar-benar kekurangan yang nyata. 2. Konsep Ummi dalam al-Qur'an yang terdapat dalam beberapa ayat al-Qur'an menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT, dalam golongan bangsa yang sebagian besar dalam keadaan Ummi, sedangkan beliau sendiri diberi tugas untuk golongan mereka, membacakan ayat-ayat Allah dan mengajarkan serta menjelaskannya sehingga diterima dan dimengerti oleh mereka. Dengan demikian konsep Ummi dalam al-Qur'an adalah mengandung sesuatu kerahasiaan untuk menjaga kemurnian al-Qur'an sebagai wahyu Allah dan bukan buatan Muhammad. 3. Relevansi Ummi dengan Ilmu dan kecerdasan daya nalar nabi telah jelas, bahwa al-Qur'an diturunkan untuk membimbing manusia ke jalan kebenaran dalam kehidupannya. Ketaatan manusia kepada Tuhan didasarkan kepada perintah untuk mematuhi-Nya. Ternyata, hal ini dapat dilakukan oleh manusia, jika telah mampu mengubah posisi dirinya dari potensi Ummi yang dimilikinya menjadi potensi ilmu, dan ternyata dapat dikembangkan dalam kehidupannya.
Collections
- Master of Islamic Studies [1824]
