Penentuan Prioritas Kecelakaan Kerja dengan Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (Studi Kasus: SP Aluminium, Umbulharjo, Yogyakarta)
Abstract
SP Aluminium merupakan perusahaan berawal dari memproduksi sendok,irus dan entong. Hingga kini SP Aluminium sudah memiliki 2 pabrik dengan total karyawan saat ini 120 orang. Namun, SP Aluminium belum mempunyai divisi EHS (Environment, Health and Safety) yang mengatur tentang training (work instruction, pemakaian APD, Job Safety Analysis, ergonomi, dan aturan keselamatan kerja) kepada karyawan untuk mengurangi kejadian kecelakaan kerja yang terjadi akibat kesalahan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prioritas penanganan kecelakaan kerja yang terjadi di SP Aluminium. Metodologi penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi kejadian kecelakaan kerja berdasarkan kasus, penyebab dan akibat kemudian mengkategorikan kasus kecelakaan tersebut. Ada 12 kategori kecelakaan kerja, yang kemudian digunakan sebagai failure mode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas penanganan. FMEA berfungsi untuk mengetahui nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi dari failure mode yang ada. Hasil dari penelitian diketahui bahwa 1 kategori kecelakaan kerja dengan nilai RPN tertinggi adalah Terkena benda yang berada dalam kondisi tetap ataupun bergerak. Nilai RPNnya sebesar 392.
Collections
- Industrial Engineering [2830]
