Penurunan Kadar COD dan TSS pada Limbah Penyamakan Kulit Menggunakan Sistem Kombinasi Adsorpsi Metode Kolom dan Fitoremediasi
Abstract
Meningkatnya kebutuhan manusia membuat banyak industri berkembang, setiap industri tersebut menghasilkan limbah, termasuk industri penyamakan kulit. Limbah penyamakan kulit merupakan salah satu penghasil polutan terbesar di dunia yang mengandung bahan organik tinggi salah satunya COD dan TSS. Oleh karena itu diperlukan sebuah pengolahan air limbah yang baik sebelum membuang air limbah ke badan air untuk melindungi lingkungan. Penelitian ini diarahkan untuk mengembangkan metode alternatif dalam pengolahan limbah penyamakan kulit dengan metode yang sederhana dan efisien dengan memanfaatkan adsorbsi dengan kulit salak sebagai adsorben dikombinasikan dengan fitoremediasi dari eceng gondok dalam pengolahan limbah untuk mendapakan output yang lebih maksimal. Penelitian ini menggunakan limbah cair penyamakan kulit dari Pabrik Kulit Fajar Makmur Yogyakarta. Penelitian didahului oleh percobaan batch untuk mengetahui dosis, pH dan waktu optimum adsorben dilanjutkan dengan kombinasi adsorbsi secara kolom dan fitoremediasi menggunakan eceng gondok selama 14 hari sebagai waktu kontak tanaman. Hasil menunjukkan bahwa efisiensi oleh adsorpsi kulit salak pada proses adsorpsi sebesar pada COD 43,63% dan TSS sebesar 30,71%. Kombinasi adsorpsi kulit salak dan fitoremediasi dengan eceng gondok dapat menghilangkan COD sebesar 74,66% dan TSS sebesar 73,46%. Studi ini membuktikan bahwa kombinasi pengolahan adsorpsi dan fitoremediasi lebih efisien dalam menurunkan parameter COD dan TSS dalam limbah cair penyamakan kulit.
Collections
- Environmental Engineering [1812]
