Stabilisasi Tanah Lempung dengan Bahan Tambah Abu Sekam Padi dan Kapur untuk Material Kontruksi Perkerasan Lentur Jalan (Clay of Stabilization With Additional Materials of Ash Rice Husk and Limestone for Material Flexibel Pavement Structure Fills)
Abstract
Tanah lempung adalah salah satu jenis tanah lunak yang memiliki karakteristik tanah berbutir halus, memiliki luas permukaan spesifik butiran butiran yang lebih besar, angka pori yang lebih besar dan permeabilitas yang lebih kecil dibandingkan tanah berbutir kasar terlebih lagi tanah lempung sangat mudah mengembang dan menyusut (Expansif) oleh perubahan kadar air. Faktor kembang susut inilah yang dapat menyebabkan lapis perkerasan diatasnya menjadi retak-retak dan mengakibatkan kontruksi jalan menjadi bergelombang. Karena sifat tanah lempung inilah yang menjadikan tanah lempung sebagai tanah yang kurang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai California Bearing Ratio (CBR) dengan penambahan abu sekam padi dan kapur terhadap perbaikan tanah yang tergolong sebagai tanah yang memiliki sifat kembang susut yang tinggi. Tanah lempung berasal dari desa Kebonharjo, kecamatan Samigaluh, kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode pengujian California Bearing Ratio (CBR) di laboratorium dengan menggunakan 28 sampel. Sampel sampel tersebut dilakukan dengan pengujian CBR tanpa rendaman dan CBR rendaman. Sampel terdiri dari tanah asli kemudian tanah sli dengan campuran tanah yang distabilisasi dengan tambahan abu sekam padi 3% dan kapur 4%, kemudian campuran dengan abu sekam padi 5% dan kapur 4% dan terakhir campuran dengan abu sekam padi 7% dan kapur 4%. Kemudian hasil nilai CBR dianalisis dengan metode Bina Marga 2013 sebagai panduan desain tebal perkerasan jalan. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa kepadatan optimum tanah sebesar 24,65%, hasil CBR Tanah asli tanpa rendaman menunjukkan nilai 9,46% dan tanah asli rendaman sebesar 1,16%. Penambahan bahan tambah abu sekam dan kapur semakin tinggi variasi persentase dan semakin lama pemeraman makan nilai CBR yang dihasilkan semakin tinggi terlihat pada penambahan tanah asli dengan abu sekam padi 3% dan kapur 4% pada pemeraman 1 hari didapatkan 23,45% namun jika abu sekam yamg dipakai 7% dan kapur 4% pada pemeraman 7 hari didapatkan CBR 33,52% dalam keadaan tanpa rendaman. Kondisi tanah Rendaman didapatkan nilai CBR 31,28% pada persentase abu sekam padi 7% dan kapur 4% , kemudian 23,19% pada penambahan abu sekam padi 5% dan 21,73% pada penambahan abu sekam padi 3%. Tebal lapis perkerasan yang didapatkan menurut Manual Desain Perkerasan Bina Marga 2013dengan menggunakan nilai CBR 31,28% adalah Lapis AC WC 50 mm, AC BC 220 mm, CTB 150 mm, LPA Kelas A 150 mm. .
Collections
- Civil Engineering [4715]
