Peran Pemulung dalam Sistem Pengelolaan Sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sleman Yogyakarta
Abstract
Pertambahaan penduduk yang selalu meningkat tiap tahunnya berimbas kepada tingkat konsumsi masyarakat, dan berujung pada jumlah sampah yang dihasilkan pemulung terindikasi memiliki peran penting dalam pengurangan sampah sejak dari sumber, salah satunya lokasi Tempat Penampungan Sementara. Dalam rangka mengetahui kinerja pemulung dalam pengurangan sapah, maka dilakukan penelitian di tiga TPS yang ada di wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta diantarnya TPS Condongcatur, TPS Tridadi dan TPS Tambakboyo, yang memiliki volume sampah yang paling tinggi untuk wilayah Sleman. Metode pengambilan sampel mengacu pada SNI19-3964-1994, dilengkapi dengan kuesioner dan wawancara. Penelitian tersebut dilakukan selama 8 hari berturut-turut di ketiga TPS. Total sampel pemulung yang diambil berjumlah 17 orang dari ketiga TPS. Hasil penelitian menunjukkan volume rata-rata sampah yang masuk di TPS Condongcatur 18,86 m3/hari, Tridadi 16,31 m3/hari dan TPS Tambakboyo 25,66 m3/hari sedangkan untuk jumlah persentase sampah yang dikelola oleh pemulung tiap lokasi diantaranya Condongcatur 5,4%, Tridadi 8,23% dan Tambakboyo 22,1%. Dan untuk jumlah residu rata-rata TPS Condongcatur sebesar, 8,44%, TPS Tridadi 8,05% dan TPS Tambakboyo 7,94% , sisanya terjadi pemadatan di kendaraan pengangkut.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
