Estimasi dan Pemetaan Loading Rate Nitrogen (N) dan Fosfor (P) Berdasarkan Pola Penggunaan Pupuk oleh Petani di Desa Banyubiru dan Ngrapah, Kabupaten Semarang
Abstract
Kondisi yang semakin buruk dari Danau Rawa Pening menyebabkannya menjadi salah satu dari 15 danau prioritas yang perlu diselamatkan. Hal ini ditandai dengan terjadinya penurunan kualitas perairan, sedimentasi dan penurunan debit air. Penurunan kualitas air terjadi karena budidaya perairan serta kegiatan pertanian. Kegiatan tersebut telah meningkatkan kandungan bahan organik sehingga dapat memacu penyuburan perairan atau yang biasa disebut eutrofikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola karakteristik penggunaan pupuk oleh petani dan menganalisis pola persebaran loading rate nitrogen dan fosfor berdasarkan penggunaan pupuk oleh petani pada sawah di Desa Banyubiru dan Ngrapah, Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara dengan menggunakan kuesioner. Sampel didapatkan dari penggunaan metode Slovin dan pendekatan melalui metode grid dengan ukuran 300 m x 300 m pada peta berskala 1: 5.000 untuk mendapatkan jumlah dan titik sampel yang representatif. Loading rate didapatkan dengan rumus Ci = Dr x Sf yang kemudian dilakukan analisis pemetaan dengan menggunakan aplikasi QGIS. Hasil penelitian menunjukkan jenis pupuk yang digunakan yakni, pupuk urea, TSP, ponska/NPK, organik dan KCL. Pupuk urea dan TSP adalah pupuk yang paling dominan digunakan dengan dosis total tertingi pupuk urea sebesar 0,15 kg/m2.tahun dan dosis total tertinggi pupuk TSP sebesar 0,065 kg/m2 tahun. Loading rate nitrogen (N) dengan nilai maksimum terdapat pada grid C5 sebesar 6.297,56 kg/tahun dan nilai minimum terdapat pada grid G10 sebesar 235,42 kg/tahun serta loading rate fosfor (P) dengan nilai maksimum terdapat pada grid F9 sebesar 988,95 kg/tahun dan nilali minimum terdapat pada B7, F11 dan H8 sebesar 0 kg/tahun. Adapun tingkat klasifikasi loading rate N pada kategori low, medium dan high berturut-turut sebesar 34%, 45%, dan 21%; loading rate P berturut-turut sebesar 42%, 39% dan 19%; dan loading rate unsur N+P berturut-turut sebesar 35%, 44% dan 21%.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
