Studi Analisis Pelaksanaan Prinsip-Prinsip Islam dalam Administrasi Pendidikan di SMP N 16 Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini merupakan deskripsi pelaksanaan prinsip-prinsip Islam dalam administrasi pendidikan di SMP N 16 Yogyakarta, yang memiliki tujuan untuk mengetahui pelaksanaan prinsip-prinsip Islam khususnya dalam musyawarah dan profesionalisme, hasil yang diperoleh dari prinsip-prinsip Islam tersebut dan faktor penghambat dan pendukung dalam pelaksanaan prinsip-prinsip Islam khususnya dalam musyawarah dan profesionalisme di SMP N 16 Yogyakarta. Ini adalah sebuah penelitian kualitatif dengan responden penelitian ini difokuskan kepada kepala sekolah beserta guru dan karyawan yang melakukan administrasi pendidikan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis induktif dan deduktif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pelaksanaan prinsip-prinsip Islam di SMPN 16 Yogyakarta, berdasarkan musyawarah dalam pelaksanaan administrasi pendidikan yang menfokuskan pada administrasi tatalaksana urusan kesiswaan, kurikulum/pengajaran, humas dan urusan sarana dan prasarana. Format musyawarah yang dilakukan adalah masing-masing bidang mengusulkan kata sepakat untuk membahas tentang bidang-bidang tertentu dengan konsekwensi segala keputusan yang telah dihasilkan dilaksanakan sesuai rencana, jika didalam perjalanan terjadi hambatan maka akan diadakan musyawarah koordinasi dan evaluasi perjalanan program administrasi pendidikan. Untuk tingkat profesionalisme di SMP N 16 Yogyakarta yaitu menempatkan tingkat keahlian sesuai dengan keahliannya dengan dibuktikan dengan ijazah akademik dan bidang studi, penerapan keteladanan, kebersamaan serta ketepatan dan kecepatan dalam meraih hasil yang optimal. Faktor penghambat dalam pelaksanaan prinsip-prinsip Islam khususnya dalam musyawarah dan profesionalisme di SMP N 16 Yogyakarta meliputi Penggunaan dana administrasi pendidikan hanya terpenuhi jika sudah ada perencanaan dan disahkan oleh kepala sekolah, kurangnya kesadaran untuk tertib pada saat melakukan musyawarah, Masih adanya perbedaan pendapat yang muncul pada saat musyawarah dan dibawa pada area di luar musyawarah, penunjukkan bagi beberapa guru untuk mengikuti beberapa diklat hanya terfokus pada guru tertentu sehingga kesan kurang adanya pemerataan dalam pembagian tugas luar sekolah kurang dapat dipenuhi. Faktor pendukungnya adalah tersedianya wadah penampungan pendapat yang tersentra di bagian humas. Adanya keleluasaan untuk mengemukakan pendapat pada saat musyawarah. sekolah memberikan dukungan baik dari segi pendanaan kegiatan, fasilitas, dan sarana prasarana, maupun dari segi pembelajaran. Sebagai tempat Revitalisasi MGMP dan MKKS di sekolah.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
