Standarisasi Pengajaran Shalat Pada Anak (Interpretasi Konsepsional Pendidikan Anak Berdasarkan Hadis)
Abstract
Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan karakter dan watak seseorang. Sebelum seseorang melakukan interaksi dengan manusia yang lainnya, akan terlebih dahulu beriteraksi dengan keluarga; orang tua, saudara atau anggota keluarga yang lainnya. Dengan demikian rumah keluarga muslim adalah bagian utama bagi anak-anak yang dibesarkan melalui pendidikan. Maksud dari keluarga muslim adalah keluarga yang didalam kehidupannya tercermin aktivitas dan kegiatan yang sesuai dengan syari'at Islam. Orang tua memberi pengaruh utama dalam belajar seorang anak. Pengaruh mereka terhadap perkembangan belajar anak-anak memberi dampak yang sangat kuat dalam setiap tahap perkembangan, dan terus berlanjut sampai habis masa sekolah dan sesudahnya. Orang tua dengan secara tidak direncanakan menanamkan kebiasaan- kebiasaan yang diwarisi dari pengaruh-pengaruh masyarakat. Anak menerima dengan daya peniruannya, walaupun kadang-kadang anak tidak menyadari apa maksud dan tujuan dari pendidikan yang diberikan tersebut. Semakin dini pembekalan yang anda berikan kepada anak, akan semakin berarti bagi kematangan dan kesiapannya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang sedang dan akan dihadapinya. Tentu, pembinaan pendidikan sejak dini yang dimaksud tidak dilakukan begitu saja atau dipaksakan secara cepat kepada anak. Pendidikan dn pengjaran harus disampaikn dengan penuh kasih saying, menyenangkan, penuh kesabaran, ketekunan, serta penuh keuletan. Hadis Nabi menjelaskan pentingnya mengajarkan shalat pada anak saat berusia tujuh tahun, hal ini secara langsung pula memberikan gambaran kepada umatnya bahwa para orang tua harus mengenal tahap-tahap perkembangan anak yang semestinya sehingga secara perlakuan, cara atau pendekatan yang diterapkan tidak membuat anak frustasi, merenggut keceriaannya, atau mengekang ekspresi dan dinamikanya.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
