Faktor-Faktor Penyebab Kemiskinan dan Upaya Pengentasannya dalam Perspektif Islam (Studi Kasus di Daerah Lembah Code Yogyakarta)
Abstract
Kemiskinan merupakan kondisi yang tidak disukai. Namun, kemiskinan itu seakan-akan menjadi fenomena yang tidak dapat dihilangkan. Program demi program telah diupayakan guna mengentaskan kemiskinan, akan tetapi kemiskinan tetap saja ada, bahkan jumlah masyarakat miskin dari waktu ke waktu semakin bertambah banyak. Siapapun yang mengupayakan pengentasan kemiskinan haruslah mengetahui dahulu faktor utama yang menyebabkan terjadinya kemiskinan tersebut. Tanpa mengetahui dengan pasti faktor tersebut, maka upaya pengentasan kemiskinan akan menemui kegagalan. Oleh karena itu upaya untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kemiskinan merupakan suatu keharusan dalam pengentasan kemiskinan. Lokasi penelitian ini adalah di daerah Lembah Code Yogyakarta, yang meliputi 11 RT, yaitu RT 1, 2, 17, 18, 19, 20, 23, 24, 25, 26, dan 27 Kelurahan Terban Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan antara kualitatif dan kuantitatif dengan menitikberatkan pada metode kualitatif. Sedangkan analisis data menggunakan metode Induksi-Analitik-Mabda’i, yaitu analisis yang berangkat dari berbagai data yang bersifat khusus, kemudian disimpulkan menjadi ungkapan yang umum dengan selalu mengkaitkan dengan ideologi (Islam). Jumlah kemiskinan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah 42%. Sedangkan kemiskinan di daerah Lembah Code mencapai 88,4%. Dari jumlah tersebut, 51,7% di antaranya dalam kondisi sangat miskin, yaitu dengan penghasilan kurang dari Rp 303.750,00 per bulan per keluarga. Meskipun 80% masyarakat telah bekerja minimal 7 jam setiap hari, namun karena pekerjaan mereka 56,7% adalah buruh dan 73,3% hanya berpendidikan maksimal SMP, maka walaupun 58,3% mereka selalu mencari pekerjaan yang lebih baik, namun mereka tetap saja miskin. Kemiskinan yang terjadi bukan karena faktor tidak adanya produksi ataupun barang-barang yang dibutuhkan, namun lebih dikarenakan distribusi pendapatan yang timpang antara kelompok masyarakat yang satu dengan kelompok masyarakat yang lain. Demikian juga bukan karena masyarakat miskin tersebut malas bekerja. Namun hal yang lebih mendasar adalah karena kebijakan-kebijakan negara yang cenderung tidak adil, demikian juga struktur sosial-politik masyarakat yang tidak kondusif terhadap upaya agar masyarakat terlepas dari kemiskinan.
Collections
- Master of Islamic Studies [1611]
