Optimalisasi Pengelolaan Wakaf dalam Menunjang Pendidikan (Studi pada Yayasan Darul Yatama, Dusun Blotan, Kelurahan Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman)
Abstract
Pada umumnya, ketika nazir menerima amanah untuk mengelola tanah wakaf, tidak disertai dengan dana untuk membiayai aktifitas dan perawatan harta benda wakaf tersebut. Sedangkan pada umumnya pula kebanyakan benda-benda wakaf diperuntukkan untuk pembangunan fisik, seperti masjid, musholla, pesantren, kuburan dan sebagainya. Sehingga keberadaan wakaf belum memberikan kontribusi sosial yang lebih luas karena hanya untuk kepentingan konsumtif, Wakaf tidak dapat berkembang dengan baik, bahkan cenderung menjadi beban pekerjaan baru bagi nazir atau menjadi beban umat Islam. Kegelisahan akademik inilah yang mendorong penulis untuk mengadakan penelitian sebagaimana judul diatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; Model pengelolaan yang diterapkan pengurus Yayasan Darul Yatama dalam rangka mengoptimalkan harta wakaf, 2. Pengembangan sumber daya manusia (Nazir) dalam membangun kemampuan manajerial yang tangguh, profesional dan akuntabilita, 3. Sistem pelaporan dan pertanggung jawaban nazir dalam mengelola harta wakaf. Metodologi atau Langkah-langkah yang dilakukan: Pengumpulan data, Data diseleksi agar ditemukan data yang relevan dengan fokus pembahasan, Data disusun (dikonstruk) sesuai dengan alur pikir penyusun, Melakukan Analisis. Metode Pengumpulan Data penulis mempergunakan metode kualitatif, adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa pernyataan tertulis atau kata lisan dari orang-orang dan perilaku dari obyek penelitian yang dapat diamati Untuk pengumpulan data tersebut dipergunakan beberapa teknik antara lain: Observasi, wawancara, Dokumentasi, Pengamatan terlibat.
Obyek penelitiannya adalah Yayasan Darul Yatama, Blotan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Sedangkan teknik analisisnya dengan cara Interpretasi, Trianggulasi, dan Analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf yang dikembangkan yayasan sudah cukup optimal dalam menunjang pendidikan. model pengelolaan berupa usaha ekonomi produktif, investasi dana abadi yang menghasilkan keuntungan dan infaq dari donatur tetap terbukti mampu dipergunakan untuk menyelenggarakan pendidikan; Formal, non formal dan informal serta mampu memberi bea siswa bagi seluruh anak asuh yayasan. Pengembangan sumber daya manusia dengan pembinaan Mental dan rohani serta membekali keterampilan dengan diklat/kursus. Sedang sistem pelaporan nazir, ditujukan kepada donatur, Wakif dan pengawas.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
