Hubungan Rasa Aman dengan Prestasi Belajar Siswa Korban Tsunami di SDN Batukaras II Cijulang Ciamis
Abstract
Bahaya alam tsunami merupakan bahaya yang dahsyat yang pernah terjadi di Indonesia khususnya di Kecamatan Cijulang Kabupaten Ciamis. Bencana ini dapat mempengaruhi jiwa manusia semua umur yang mengalaminya terutama anak-anak usia sekolah. Siswa korban tsunami memiliki ketentraman jiwa dan rasa aman yang labil sehingga kegiatan proses belajar di sekolah pun terganggu, dengan demikian baik langsung maupun tidak langsung prestasi belajar pun mengalami perubahan tetapi rasa aman dan prestasi belajar siswa korban tsunami belum terungkap seluruhnya. Permasalahan yang timbul, apakah terdapat pengaruh positif antara rasa aman dengan prestasi belajar siswa di sekolah? Hal ini berangkat dari anggapan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara rasa aman dengan prestasi belajar siswa korban tsunami.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasa aman dengan prestasi belajar siswa korban tsunami di SDN Batukaras II Kecamatan Cijulang Ciamis.Dengan tujuan di atas penelitian ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu jiwa khusus pemulihan kejiwaan anak dari rasa takut dan trauma bencana alam serta upaya untuk meningkatkan prestasi belajarnya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang berupaya untuk mengungkapkan keadaan/kondisi yang terjadi saat sekarang dengan mempertimbangkan keadaan masa lampau melalui pengolahan angka-angka yang diperoleh dari penelitian. Dan untuk membukti kebenaran hipotesis penelitian ini dilakukan uji "t", dengan kriteria $t_{hitung} > t_{tabel}$, taraf signifikansi yang digunakan ($\alpha = 0.05$).Berdasarkan hasil pengolahan data hubungan rasa aman dengan prestasi belajar siswa didapat $rs = 0,6772$ berada pada interval $0,61 - 0,80$ dengan klasifikasi tinggi (high), tingkat determinasi yang diperoleh $57,76\%$. Dengan demikian rasa aman mempunyai hubungan yang tinggi dengan prestasi belajar siswa. Dan sebesar $57,76\%$ prestasi belajar siswa ditentukan oleh rasa aman yang dimilikinya. Sehingga siswanya $42,24\%$ diduga ditentukan oleh oleh faktor lain seperti; latar belakang pendidikan siswa, motivasi intrinsik, keadaan keluarga, dan letak tempat tinggal siswa dengan sekolah. Setelah dilakukan uji hipotesis didapat $t_{hitung} (8,1) \geq t_{tabel} (1,675)$ sehingga $H_a$ diterima dan $H_o$ ditolak. Jadi korelasi antara rasa aman dengan prestasi belajar siswa berada pada klasifikasi tinggi ($0,6772$) ternyata signifikans.
Collections
- Master of Islamic Studies [1664]
