• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Professionalisme Guru terhadap Hasil Belajar Siswa Madrasah Aliyah Negeri di Ponorogo

    Thumbnail
    View/Open
    2022054.pdf (45.95Mb)
    Date
    2004
    Author
    Romlah, Futiati
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Keluaran MA diharapkan sama dengan SMA yang mempunyai ciri khas keislaman. Untuk mencetak keluaran semacam ini dituntut adanya guru yang profesional. Bagaimanakah kriteria guru yang profesional, bagaimanakah hasil belajar siswa MAN di Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hal-hal sebagai berikut: (1) Kriteria guru yang profesional; (2) Hasil belajar yang dicapai oleh siswa; dan (3) Pengaruh profesionalisme guru terhadap hasil belajar siswa. Untuk menjawab ketiga tujuan penelitian ini dikumpulkanlah data tentang (1) kriteria guru yang profesional melalui telaah pustaka dan profesionalisme guru (seluruh guru MAN di Ponorogo) dengan observasi dan dokumenter, dan (2) hasil belajar siswa yang ditarik secara purposif yaitu seluruh siswa kelas III dengan teknik dokumenter. Data ini dianalisis sebagai berikut: masalah pertama yang berkenaan dengan kriteria guru yang profesional dianalisis secara deduktif. Masalah kedua yang berkenaan dengan hasil belajar yang dicapai oleh siswa sebagai manifestasi tumbuh kembangnya IQ, EQ, dan SQ dianalisis dengan statistik deskriptif yang dikerjakan dengan program SPSS versi 10,0. Sedangkan masalah ketiga yang berkenaan dengan pengaruh profesionalisme guru terhadap hasil belajar siswa dianalisis secara induktif. Hasilnya sebagai berikut: (1) Guru yang profesional memiliki kriteria: berjiwa melayani masyarakat, memiliki disiplin ilmu yang khusus, melakukan persiapan yang lama, melakukan latihan yang terus-menerus, dan memiliki keterampilan memecahkan masalah pembelajaran berdasarkan disiplin ilmu yang dimilikinya. Dari kriteria ini dapat ditarik indikator profesionalisme guru yang menjadi batasan penelitian ini, yaitu: (a) Kemampuan menyusun desain instruksional; (b) Latar belakang pendidikan yang memadai; dan (c) Latar belakang pengalaman mengajar yang cukup. Guru MAN di Ponorogo dapat dikatakan memiliki profesionalisme yang tinggi. (2) Hasil belajar yang dicapai oleh siswa sebagai manifestasi tumbuh kembangnya IQ, EQ, dan SQ, dapat dikatakan bahwa (a) Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran kelompok pengembang IQ adalah berhasil meskipun belum optimal; (b) Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran kelompok pengembang EQ berhasil; dan (c) Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran kelompok pengembang SQ berhasil. (3) Pengaruh profesionalisme guru terhadap hasil belajar siswa dapat diurutkan besarnya pengaruh ini berdasarkan rerata nilainya adalah terhadap kelompok pengembang EQ, diikuti kelompok pengembang SQ, dan terakhir kelompok pengembang IQ. Sedangkan pengaruh yang paling baik berdasarkan homogenitasnya adalah terhadap kelompok pengembang SQ. Namun simpulan hasil belajar ini baru pada tataran dampak pengajaran. Adapun hasil belajar pada tataran dampak pengiring belum terdeteksi karena berada di luar jangkauan penelitian ini. Meskipun demikian secara konseptual dampak pengiring ini dapat terkonstruksi dengan sendirinya oleh siswa yang bersangkutan asalkan pengaruh profesionalisme guru positif dan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru tidak lagi bersifat insāniyah melainkan motivasi ilāhiyah. Berangkat dari temuan penelitian ini disarankan kepada: (1) Siswa MAN di Ponorogo hendaknya mempunyai persepsi yang sama terhadap semua mata pelajaran sebagai pengembang kecerdasan IQ, EQ, dan SQ. Karena ketiga kecerdasan ini merupakan potensi yang harus dimiliki oleh setiap individu sebagai kompetensi pemecahan masalah kehidupannya; (2) Guru MAN di Ponorogo adalah guru yang profesional, sementara prestasi belajar siswa belum optimal. Maka disarankan kepada guru dan kepala madrasah hendaknya berupaya mencari jalan keluar dari permasalahan ini dengan cara antara lain: meningkatkan motivasi ilāhiyah (bukan motivasi insāniyah semata) dalam pengabdiannya. Mengajar adalah mengamalkan ilmu sebagai amal jariyah untuk mendapatkan rida Allah semata; dan (3) Kepada peneliti lanjutan hendaknya meneliti tema ini dengan menyertakan lebih banyak faktor yang terkait dan analisis yang lebih meluas dan mendalam.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/61029
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1664]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV