Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam Secara Formal pada Masyarakat Nelayan Terpencil Tanah Kuning Kalimantan Timur
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui karakter masyarakat nelayan terpencil Tanah Kuning 2) Mengetahui praktek sistem pelaksanaan pendidikan agama Islam di sekolah masyarakat nelayan terpencil Tanah Kuning, 3) Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pendidikan agama Islam masyarakat terpencil Tanah Kuning. Peneliti menggunakan sampel siswa sebanyak 59 orang, orang tua siswa sebanyak 46 orang dan guru sebanyak 8 orang. Penentuan subyek adalah secara random sampling. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Penelitian ini diperoleh hasil 1) Masyarakat nelayan terpencil Tanah Kuning diketahui merupakan masyarakat dengan mata pencaharian sebagai nelayan yang mempunyai temperamen keras, namun mereka tidak bersedia membuat perubahan kecuali ada yang memulai. 2) sistem pendidikan sebagai lembaga formal belum dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang ada terutama bila musim melaut tiba terdapat kebiasaan siswa membolos sekolah, dan hal ini sudah dimaklumi oleh pihak sekolah dan orang tua. Pelaksanaan prestasi belajar menunjukkan siswa mayoritas mempunyai prestasi sedang sebanyak 41 siswa (69,5%). Dan yang tidak baik 10 orang (16,9%), dan yang baik adalah 8 siswa (13,6%). 3) faktor-faktor pendukung dalam pendidikan agama Islam masyarakat terpencil Tanah Kuning meliputi: Guru agama yang masih mendapat penghormatan dari masyarakat, Gedung sekolah yang sudah cukup memadai walaupun terbuat dari papan. Faktor penghambat yang ditemui oleh peneliti adalah: Metode mengajar guru yang monoton menyebabkan siswa bosan, Buku penunjang yang kurang memadai, Jumlah guru yang hanya satu orang per sekolah menyebabkan guru sering kewalahan menghadapi permasalahan dari siswa, dan Persepsi masyarakat yang menganggap pendidikan kurang penting sehingga masyarakat selalu melibatkan anak untuk membantu orang tua di laut ketika panen, menyebabkan siswa banyak yang tidak masuk ketika musim panen ikan tiba, tidak ada orang yang berani memulai mengubah tradisi membolos pada saat melaut. 4) model pendidikan Agama Islam yang sesuai dengan karakteristik masyarakat nelayan Tanah Kuning adalah metode pendidikan model Gagne yang menciptakan kondisi eksternal yang sejalan dengan kondisi internal proses belajar siswa. Sehingga orang tua dan guru sebagai pihak eksternal hendaklah mengingatkan siswa bila harus masuk sekolah.
Collections
- Master of Islamic Studies [1680]
