Penguasaan ICT Guru Pendidikan Agama Islam dalam Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Balikpapan Utara
Abstract
Karya ini bermaksud mendeskripsikan pembenahan pola ajar dan implementasi kurikulum Pendidikan Agama Islam di lingkup pendidikan dasar sebagai salah satu sarana problem solving meningkatkan prestasi belajar siswa. Serta untuk menarik minat belajar siswa dan menjelaskan bahwa Pendidikan Agama Islam bukanlah sekedar mata pelajaran pelengkap yang tidak urgen dan tidak menarik bagi siswa. Kondisi riil di sekolah saat ini siswa terkesan memandang sebelah mata terhadap Pendidikan Agama Islam dikarenakan oleh tidak inovatif dan kreatifnya Guru Pendidikan Agama Islam.Jenis penelitian yang digunakan dalam karya ini ialah penelitian kuantitatif. Dari metode penelitian, kajian ini dapat digolongkan sebagai riset deskriptif yang bersumber pada data riil berupa angka-angka dan analisis statistik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan quasi eksperimen yang dipandang tepat karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang penguasaan Guru PAI terhadap ICT dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam yang menggunakan media pembelajaran berbasis ICT dan non ICT. Subjek penelitian ini adalah semua Sekolah Dasar di Kecamatan Balikpapan Utara Kota Balikpapan Propinsi Kalimantan Timur Tahun Ajaran 2014/2015. Karena penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif maka sumber pengkajiannya berdasarkan sumber primer yaitu sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data melalui teknik angket, test, dan wawancara. Prosedur analisis data dalam penelitian ini melakukan langkah-langkah analisis korelasi sederhana, uji signifikan, uji koefisien determinasi, dan regresi sederhana. Untuk membantu analisis data penelitian ini menggunakan SPSS versi 20.Penguasaan ICT Guru Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Dasar di Kecamatan Balikpapan Utara Tahun Pelajaran 2014/2015 yang diukur dengan instrument tentang penguasaan ICT Guru Pendidikan Agama Islam yang berada pada kategori “cukup”. Sementara prestasi belajar siswa pada SD di Balikpapan Utara, bagi pembelajaran yang menggunakan ICT di hasilkan prestasi belajar siswa sebesar 4.25, jika dikonsultasikan dengan tolok ukur WMS berada dalam kategori “sangat tinggi”. Sedangkan pada pembelajaran yang tidak menggunakan ICT menghasilkan prestasi belajar siswa sebesar 3.73, jika dikonsultasikan dengan tolok ukur WMS berada dalam kategori “tinggi”. Sehingga berdasarkan hasil penelitian diperoleh $t_{hitung}$ sebesar 7,887, sedangkan $t_{tabel}$ pada taraf signifikansi 0.05 dengan dk (60-2 = 58) diperoleh angka sebesar 1,672. Ternyata, $t_{hitung} 7,887 > t_{tabel} 1,672$. Jadi, terdapat korelasi positif dan kuat antara penguasaan ICT Guru Pendidikan Agama Islam dengan prestasi belajar siswa.
Collections
- Master of Islamic Studies [1680]
