Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan Nasabah terhadap Bank Syariah (Studi Kasus pada Bank Umum Syariah di Kota Semarang)
Abstract
Adanya keragaman persepsi tentang bank syariah terutama berkaitan dengan pembiayaan di bank syariah, kurangnya pemahaman masyarakat serta market share bank syariah yang masih rendah mendasari penelitian dengan judul "Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan Nasabah Terhadap Perbankan Syariah" (Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah di Kota Semarang Periode 2006-2010). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris penerimaan nasabah terhadap Kualitas Pelayanan, Benefit Lost Cost, Keunggulan Produk, Keadilan dan Kejuuran Harga, Kepuasan dan Kepercayaan dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepercayaan nasabah pada bank syariah langsung maupun tidak langsung serta faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan dan kepercayaan nasabah. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner dari 72 nasabah pembiayaan dan nasabah non pembiayaan dari Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumentasi, jurnal maupun laporan. Data diolah menggunakan tabulasi silang, uji validitas, reliabilitas,normalitas, uji hipotesis path analysis dan koefisien determinasi. Hasil analisis terhadap responden pembiayaan menunjukkan bahwa dari 6 hipotesis yang diajukan terdapat 2 hipotesis yang ditolak yaitu H3 (BLC) berpengaruh positif terhadap Kepuasan) dan H4(Keunggulan produk berpengaruh positif terhadap Kepuasan). Sedangkan untuk responden non pembiayaan terdapat 2 hipotesis yang ditolak yaitu H2 (Kualitas Pelayanan berpengaruh positif terhadap BLC) dan H4 (K (Keunggulan produk berpengaruh positif terhadap Kepuasan). Dengan kata lain ada persamaan persepsi responden pembiayaan dan non pembiayaan terhadap pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap BLC, Keadilan & Kejujuran Harga terhadap Kepuasan dan Kepuasan terhadap Kepercayaan. Responden pembiayaan dan non pembiayaan juga tidak menjadikan Keunggulan Produk sebagai alasan memperoleh Kepuasan. Perbedaan persepsi nampak pada H2 dan H3. Responden pembiayaan menjadikan Kualitas Pelayanan menjadi alasan untuk memperoleh Kepuasan, non pembiayaan tidak. Responden pembiayaan tidak menjadikan BLC sebagai landasan memperoleh kepuasan sedangkan non pembiayaan menjadikan BLC sebagai landasan memperoleh Kepuasan. Dengan melihat perbedaan persepsi nasabah pembiayaan dan non pembiayaan diharapkan dapat menjadi pegangan bank dalam upaya meningkatkan kepercayaan dan bagi kalangan akademisi bisa menjadikan sebagai bahan kajian dalam pembelajaran bank syariah sebagai jantung ekonomi syariah.
Collections
- Master of Islamic Studies [1680]
