Kesadaran Masyarakat terhadap Wajib Belajar Sembilan Tahun di Kecamatan Ciomas Kabupaten Serang
Abstract
Peran masyarakat merupakan perwujudan mitra pemerintah dalam penyelenggaraan Pendidikan Nasional dalam menciptakan hubungan yang sinergis dengan penuh kesadaran dan kewajiban, mengabdi pada bangsa dan negara, sehingga semua masyarakat berkesempatan memperoleh pendidikan.Pembangunan pendidikan mengutamakan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar serta perluasan pendidikan keahlian dan kejuruan. Sebagai upaya pemerataan dan peningkatan pendidikan dasar, maka sejak bulan Mei 1994 dicanangkan program Wajib Belajar pendidikan dasar 9 tahun yang kemudian lebih dikenal Wajar Dikdas 9 tahun. Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar sembilan tahun, pada tingkat nasional, pada akhir tahun 2003-2004 ini diharapkan mencapai 85 prosen.Berdasarkan studi eksplorasi di wilayah Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, pada tahun 2002-2003, perbandingan antara jumlah siswa Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah dengan jumlah penduduk berusia 13-15 tahun, mencapai 22,55%. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi para orang tua untuk melanjutkan pendidikan anaknya ke tingkat SLTP/MTs terbilang cukup dari program yang dicanangkan pemerintah.Dalam penelitian ini, ditemukan rumusan masalah sebagai berikut: "Apakah terdapat hubungan antara Kesadaran masyarakat dengan pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun pada masyarakat wilayah Kecamatan Ciomas". Untuk lebih rincinya rumusan masalah ini penulis tuangkan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana Respon/Partisipasi Masyarakat Ciomas terhadap Wajib belajar 9 tahun? Bagaimana Pengetahuan masyarakat Ciomas tentang wajib belajar 9 tahun? Adakah hubungan (pengaruh) yang signifikan antara kesadaran/partisipasi masyarakat dengan pengetahuan masyarakat pada wajib belajar 9 tahun.Akhirnya ditemukan kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan gerakan sosialisasi di atas, diperoleh bahwa kesadaran/respon masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak sudah banyak mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata peningkatan partisipasi orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya yang lulus SD/MI rata-rata setiap tahun meningkat 5%. Hal ini dapat di lihat dari perolehan data hasil angket yang menunjukkan Mean 25,13, Median 27,5 dan Modusnya di peroleh nilai 32,2.Pengaruh kesadaran/partisipasi masyarakat dan pengetahuan masyarakat terhadap wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun berkategori sangat baik (tinggi). Sedangkan kedua variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai korelasi $r_{XY} = 0,97$ sedangkan koefisien determinannya menunjukkan angka 94,09%.
Collections
- Master of Islamic Studies [1680]
