Neo-Modernisme Islam Fazlur Rahman terhadap Pembaharuan Pendidikan Islam
Abstract
Fazlur Rahman adalah tokoh intelektual muslim. Paradigma neo-modernisme yang digaungkannya adalah gerakan pembaharuan Islam yang hadir untuk mengkaji, mengkritisi, sekaligus sebagai jawaban atas kekurangan dan kelemahan gerakan-gerakan pemikiran Islam sebelumnya,: revivalisme pramodernis, modernisme klasik, dan neo-revivalisme. Usahanya dalam mencari titik temu antara al-Qur'an dan Sunnah Nabi, dengan mencari mutiara-mutiara pemikiran Islam yang terpendam diantara puing-puing stagnasi dan fragmentasi keilmuan dalam bingkai pendidikan yang sudah permanen. Ia mencoba menghidupkan warisan intelektualisme Islam sebagai esensi pendidikan Islam dengan menyelidiki, menyingkap kontradiksi, ambiguitas dan kompleksitasnya. Untuk itu, bagaimanakah ciri utama (karakteristik) neo-modernisme Fazlur Rahman.? Bagaimana pula gagasan pembaharuan pendidikan Islam yang ditawarkannya.?. Melalui pendekatan sejarah (historical approach) dan penelitian karya-karya orisinil (library research) dan data terkait dengan objek penelitian, maka analisis terhadap ide-ide dan gagasan-gagasan neo-modernisme Fazlur Rahman akan diketahui dan diskripsikan, utamanya tentang pembaharuan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa neo-modernisme Islam Fazlur Rahman merupakan pemikiran Islam progresif yang berusaha mengatasi, menggabungkan dan mengakomodir pola pemikiran modernisme dan tradisionalisme, dengan mengusulkan perenungan kembali kepada al-Qur'an dan Sunnah Nabi melalui ijtihad. Pembaharuan ini memiliki lima karakteristik, yaitu: (1) penafsiran al-Qur'an secara sistematis dan komprehensif, (2) metode gerakan ganda (double movements) penafsiran al-Qur'an, (3) perumusan pandangan dunia al-Qur'an, (4) sistematika etika al-Qur'an (5) otentisitas Islam normatif dan Islam historis. Karakteristik tersebut berimplikasi pada pembaharuan pendidikan Islam, yaitu: (1) tujuan pendidikan diorientasikan untuk mengembangkan kemampuan kreatifnya, (2) sumber-sumber ilmu pengetahuan berangkat dari pemahaman terhadap al-Qur'an, Sunnah Nabi, alam fisik, pikiran manusia dan masyarakat, (3) dasar-dasar pendidikan Islam dibangun atas moral, spiritual dan religius menurut ajaran al-Qur'an, (4) pembaharuan pendidikan Islam harus melalui pendekatan, menerima pendidikan sekuler modern, dan kemudian dilakukan upaya untuk 'mengislamkannya', yakni mengisi konsep-konsep kunci dari Islam. Gagasan pembaharuan di atas, merupakan kontribusi yang sangat berharga bagi kemajuan Islam itu sendiri, terlebih pada dunia pendidikan Islam. Sehingga sudah selayaknya untuk diapresiasi dan diaktualisasi khususnya bagi pemegang amanat lembaga pendidikan Islam.
Collections
- Master of Islamic Studies [1680]
