Peranan Pendidikan Keluarga dalam Peningkatan Pengamalan Ibadah Shalat (Studi Kasus: Siswa SMK YAPPI Gunungkidul)
Abstract
Shalat adalah tatacara penyembahan kepada Allah yang Maha Suci. Shalat dilakukan dengan harapan bahwa orang yang melakukan shalat tersebut bisa meninggalkan perbuatan keji dan munkar dan bisa memperbaiki perilaku yang lebih dekat pada akhlakul karimah. Dengan kata lain, orang yang shalat diharapkan memiliki perilaku yang lebih baik daripada orang yang tidak shalat. Namun kenyataan menunjukkan bahwa ada orang yang sudah melakukan shalat, namun perilakunya masih belum baik. Sangat dimungkinkan bahwa perbuatan yang dilakukan seseorang dalam mengamalkan ibadah shalat dipengaruhi oleh cara orang tua dalam mendidik anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara model pendidikan keluarga terhadap pengamalan ibadah shalat. Penelitian ini merupakan penelitian survai. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK YAPPI Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan random sampling. Ada 150 siswa yang dijadikan sampel penelitian ini. Ada dua variabel yang diteliti dalam penelitian ini, yakni variabel model pendidikan keluarga dan variabel pengamalan ibadah shalat. Teknik analisa data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dari kedua variabel tersebut dihitung untuk mengetahui prosentase model pendidikan keluarga siswa dan prosentase pengamalan ibadah shalat. Selanjutnya peneliti menganalisa ada tidaknya hubungan variabel model pendidikan keluarga terhadap pengamalan ibadah siswa dengan menggunakan rumus penghitungan korelasi dan penghitungan derajat hubungan antara keduanya. Dari hasil analisis data diperoleh temuan sebagai berikut. Dari hasil penghitungan data model pendidikan keluarga diketahui bahwa siswa yang mendapatkan pendidikan secara demokratis adalah menghasilkan pengamalan ibadah shalatnya baik ada 6,66%, cukup baik ada 11% dan kurang ada 2,66%. Siswa yang mendapatkan pendidikan keluarga secara otoriter, menghasilkan pengamalan ibadah shalatnya baik ada 7%, cukup baik ada 42% dan kurang ada 14%. Siswa yang mendapatkan pendidikan keluarga secara liberal, menghasilkan pengamalan ibadah shalatnya baik ada 2,66%, cukup baik ada 11,33% dan kurang 1,33%. Berdasarkan perhitungan rumus korelasi dan derajat pengaruh antara variabel model pendidikan keluarga terhadap pengamalan ibadah shalat dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara model pendidikan keluarga terhadap pengamalan ibadah shalat, dengan derajat hubungan kategori sedang.
Collections
- Master of Islamic Studies [1687]
