Pengaruh Tingkat Religiusitas terhadap Perilaku Kedisiplinan pada Remaja (Studi di MA Al Hikmah Karangmojo Kabupaten Gunungkidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
Abstract
Bagi pemeluknya, agama berfungsi antara lain sebagai: pembimbing hidup, penolong dalam kesulitan, penentraman batin dan pengendali moral. Dalam Islam banyak dijumpai ajaran yang mendorong pemeluknya untuk hidup dalam bingkai moral: amal shalih/akhlak karimah. Salah satu bentuk akhlak karimah adalah perilaku disiplin. Ternyata secara umum kesadaran dan kondisi kedisiplinan warga negara Indonesia yang mayoritas muslim masih rendah. Kejahatan moral masih terjadi. Kenakalan remaja bahkan telah mencapai tingkat kriminal. Berdasarkan hal tersebut di atas, menjadi menarik untuk mengadakan kajian dan penelitian tentang pengaruh tingkat kualitas religiusitas terhadap perilaku disiplin remaja. Penelitian ini mengambil sampel Siswa SMK Muhammadiyah Wonosari Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan penelitian ini diharapkan dapat mengungkapkan persoalan-persoalan: (1) kondisi religiusitas remaja, (2) kondisi kedisiplinan remaja, (3) pengaruh antara kualitas religiusitas terhadap perilaku disiplin remaja, dan (4) seberapa banyak masing-masing varian religiusitas berpengaruh terhadap perilaku disiplin remaja. Sebelum penelitian lapangan dilakukan, terlebih dahulu diadakan kajian literer untuk menentukan angka teoritik. Berdasarkan kajian tersebut diajukan dua hipotesis: (1) ada korelasi positif yang signifikan antara kualitas religiusitas dengan perilaku disiplin remaja. (2) semakin baik kualitas religiusitas remaja akan semakin baik tingkat disiplinnya. Dengan demikian, dalam penelitian ini, religiusitas sebagai variabel bebas (Independent Variable) dan perilaku disiplin sebagai variabel tergantung (Dependent Variable). Untuk mengumpulkan data di lapangan, metode penelitian yang digunakan adalah angket skala, wawancara (interview), observasi dan dokumentasi. Angket yang digunakan terdiri dari angket skala religiusitas dan angket skala kedisiplinan. Angket skala religiusitas untuk mengungkap kondisi religiusitas yang meliputi aspek aqidah, ibadah, ihsan (perasaan) dan amal-akhlak. Aspek ilmu pengetahuan tidak diungkap dengan angket tersebut karena dapat diperoleh dari dokumentasi nilai rapor pada mata pelajaran Al-Islam. Angket skala kedisiplinan untuk mengungkap angket skala karya penyusun sendiri yang telah dilakukan uji kesahihan butir, uji keandalan teknik, dan uji normalitas sebaran. Data yang telah terkumpul dianalisis secara kuantitatif statistik untuk data kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis Product Moment dan Regresi Linier. Keduanya untuk mengukur tingkat hubungan variabel. Selain analisis kuantitatif digunakan juga analisis kualitatif untuk data nonstatistik. Hasil penelitian menunjukkan: (1) secara umum kondisi religiusitas remaja relatif baik. (2) kondisi kedisipilinan remaja relatif baik. (3) antara religiusitas dengan perilaku kedisipilinan remaja menunjukkan korelasi yang positif. (4) setiap varian/aspek religiusitas memberi pengaruh terhadap kualitas perilaku kedisipilinan remaja. Dari lima dimensi yang diukur, dimensi ihsan merupakan dimensi yang tingkat presentasenya tertinggi, kemudian aspek aqidah, akhlak-amal, ilmu, dan terakhir aspek ibadah.
Collections
- Master of Islamic Studies [1687]
