Sebaran Mikroplastik Di Perairan Laut Kota Semarang, Jawa Tengah
Abstract
Rais Mahajir, Sebaran Mikroplastik di Perairan Laut Kota Semarang, Jawa Tengah. Dibimbing oleh Ir.Luqman Hakim, S.T., M.Si. Sampah plastik terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan tersebut membawa dampak negatif bagi lingkungan seperti halnya ekosistem laut. Sampah plastik yang terdapat di ekosistem perairan akan mengalami degradasi ke ukuran yang lebih kecil yang biasa disebut mikroplastik. Plastik yang termasuk mikroplastik adalah plastik yang berukuran kurang dari 5 mm. Keberadaan mikroplastik pada laut disebabkan karena mikroplastik terbawa arus, gelombang, dan pasang surut sehingga pada akhirnya terakumulasi di laut. Penelitian ini mengidentifikasi sebaran mikroplastik di perairan laut Kota Semarang. Pengujian sampel dilakukan dengan menggunakan metode National Ocean and atmospheric administration (NOAA), uji mikroskop, dan FTIR. Kelimpahan mikroplastik tertinggi terdapat pada LS 1 dengan nilai 0.66 partikel/L dan kelimpahan terendah pada LS 4 dengan nilai 0.06 partikel/L. Kelimpahan bentuk yang paling tinggi yaitu LS 1 dengan nilai 0.273 partikel/L, diikuti LS 1 jenis film sebesar 0.269 partikel/L, LS 1 jenis pelet dengan nilai 0.102 partikel/L, LS 2 jenis fiber sebesar 0.027 partikel/L, LS 6 jenis foam sebesar 0.007 partikel/L. Kelimpahan warna yang mendominasi yaitu warna transparan 0.646 partikel/L. identifikasi mikroplastik dengan FTIR ditemukan jenis polimer yaitu Nylon (all polyamides), Polystyrene (PS), Polycarbonate (PC), Polypropylene (PP), Nitrile, Poly (methyl methacrylate) (PMMA or acrylic).
Collections
- Environmental Engineering [1831]
