Konsep Pendidikan Menurut Hasan Langgulung (Tinjauan Epistemologi)
Abstract
Pemikiran seorang tokoh bukan muncul dengan sendirinya tanpa adanya suatu sebab yang meliputi kehidupannya, demikian pula halnya dengan Hasan Langgulung yang dikenal sebagai seorang tokoh pendidikan. Untuk itulah penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengungkapkan bagaimana kehidupan beliau dan hasil pemikirannya terhadap pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Permasalahan yang diangkat yaitu: pertama; Bagaimana pendidikan yang ditawarkan oleh Hasan Langgulung, kedua; Bagaimana konsep pendidikan itu ditinjau dari segi epistemologi, dan ketiga; Bagaimana harapan yang terkandung dalam pemikirannya bagi pengembangan pendidikan masa depan di Indonesia. Dengan melihat permasalahan tersebut metode yang digunakan yaitu bercirikan penelitian kepustakaan (library research), melalui analisa deskriptif (descriptive analysis) yang diarahkan kepada penelitian konseptual (conceptual inquiry), dan dilengkapi pula dengan metode interpretasi melalui metode induktif dan deduktif. Hasil yang ditemukan dalam penelitian atas pemikiran Hasan Langgulung adalah: pertama; Konsep pendidikan yang ditawarkan oleh Hasan Langgulung merupakan pendidikan yang tidak mengandung dikotomi antara pendidikan Islam dan Pendidikan umum, karena pada dasarnya pendidikan dapat dilihat dari beberapa aspek yang melingkupinya, seperti definisi pendidikan, dasar-dasarnya, pendidik, anak didik dan penerapan kurikulum. kedua; secara epistemologi Hasan Langgulung mengambil dasar pemikiran dari sumber-sumber Islam, khususnya al-Qur'an dan Sunnah atau bercirikan normatif dan juga ditambah dengan pemikiran dari beberapa tokoh pemikir Islam dan Barat. Paradigma epistemologi berdimensikan tajribi, ta'aqquli dan tanaqquli, ketiga; arah pemikiran Hasan Langgulung dalam pengembangan pendidikan dapat disebutkan berorientasi kepada, a) kebutuhan kepada budaya universal yang berlandaskan kerjasama dan kasih sayang, b) kebutuhan pada pemahaman yang lebih dalam dan luas terhadap social sciences, c) menciptakan manusia yang menggunakan metode-metode obyektif dalam segala sendi kehidupan dan d) kebutuhan kepada pendidikan sepanjang hayat.
Collections
- Master of Islamic Studies [1687]
