Hak Asasi Manusia dalam Al-Qur'an (Kajian Tematik)
Abstract
Dengan akal budi dan nuraninya, manusia memiliki kebebasan untuk memutuskan sendiri perilaku atau perbuatannya. Disamping kebebasan tersebut manusia memiliki hak, tanggungjawab dan kewajiban yang harus direalisasikan secara adil. Kebebasan dasar dan hak-hak dasar itulah sebagai hak asasi manusia yang melekat pada diri manusia secara qodrati sebagai anugerah Allah Sang Pencipta dan Yang Maha Memelihara Alam semesta, namum tidak sama sekali tidak boleh menafikan hak dan kekebasan orang atau makhluk lain yang sama-sama memiliki hak serta kebebasan hidup. Sasaran penelitian ini adalah menelusuri kancah pergolakan peradaban dunia yang dikendalikan oleh pola pemikiran Barat yang mempertahankan akal sehingga hak asasi banyak disalah-arti sekaligus disalah-fungsikan sebagai kebebasan tanpa batas, mereka tega menghalalkan segala cara, menjajah. mengeksploitasi hak-hak orang atau bangsa lain demi kepuasan dan kemewahan sekelompok manusia di Amerika, Eropa dan Jepang sementara dibelahan bumi lain teramat sangat banyak penderitaan yang akibat penjajahan mereka dengan dalih demi menegakkan hak-hak asasi manusia dan demokrasi. Mereka merampok damn membantai bangsa lain dengan kebiadahan, multi kriminal serta cara-cara diluar perikemanusiaan, yang menimbulkan kesengsaraan abadi atas mayoritas penghuni humi akan tetapi disisi lain mereka mengklaim sebagai pembela dan penegak keadilan Hak Asasi Manusia. Penulis menggunakan metode pendekatan normatif dalam mengkaji masalah ini dan temuan penulis adalah bahwa Islam, yang sejak pertama muncul sudah memberikan pedoman tentang Hak Asasi Manusia melalui ajaran Alqur'an, namun banyak umat Islam yang lebih patuh kepada konsep HAM versi Eropa/Dunia Barat daripada tuntunan HAM yang sudah diajarkan secara tegas dan jelas dalam Alqur'an. Terbukti. peradaban Eropa belum seratus tahun sudah menghasilkan 3 perang dunia yang mengorbankan lebih dari 120 juta nyawa manusia dan berpuncak pada ketidak-adilan antara eropa/negara dunia utara yang hidup sangat kaya raya dan dunia ketiga/selatan yang sangat miskin. Untuk itu, kembalikan tatanan dunia yang damai, adil dan sejahtera! caranya bukan mengikuti telunjuk HAM dan berhala demokrasi ala Amerika&Eropa akan tetapi realisasikan ajaran Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam yang sudah menjamin keadilan hak dan kewajiban serta tanggungjawab asasi setiap individu sebagai manusia baik yang Muslim atau kafir. Adalah satu kemutlakan, tidak mungkin Umat Islam akan mampu hidup berjaya jika tunduk kepada hukum dan cara hidup Amerika & Eropa yang berasaskan kekafiran dan pengingkaran atas qudrati manusia, ciptaan Allah dalam kedudukan mulia, sebagai khalifah dibumi-Nya.
Collections
- Master of Islamic Studies [1687]
