• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Prinsip-prinsip Filosofis Kurikulum Pendidikan Islam (Telaah atas Pemikiran Isma'il Raji al-Faruqi

    Thumbnail
    View/Open
    9902012.pdf (4.924Mb)
    Date
    2001
    Author
    Abdurrahmansyah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
     Kurikulum, dalam kaitannya dengan sistem pendidikan adalah salah satu kompenen yang memiliki posisi penting dalam menentukan keberhasilan sebuah sistem pendidikan yang berakar pada suatu "ideologi" atau orientasi tertentu dalam masyarakat. Pada masyarakat sekuler misalnya, pola dan bangunan kurikulum dalam sistem pendidikannya jelas bernuansa "bebas nilai”, sains untuk sains, dan jauh dari nilai-nilai moral- agama, atau setidak-tidaknya melakukan pemisahan atas kedua dimensi itu. Demikian juga dengan anggitan Islam, secara normatif konsep pengembangan kurikulum pendidikannya sedapat mungkin tidak melenceng dari "pesan-pesan qur'ani". Dalam batasan inilah maka dalam konteks historis dapat ditemukan varian dari kecenderungan aplikasi pendidikan di dunia muslim. Dalam beberapa kasus misalnya, ditemukan rancangan kurikulum pendidikan Islam yang terkesan lebih padat bernuansa "religious sciences". Bahkan menurut beberapa pemikir pendidikan muslim sampai sekarang kurikulum pendidikan muslim masih terkesan dikotomis, sehingga membutuhkan reformulasi ulang terhadap konsep pengembangan kurikulum itu. Selanjutnya, bagaimana kontstruksi ideal kurikulum pendidikan muslim dalam menatap masa depan adalah telaah yang menjadi vocal focus dari bahasan dalam penelitian ini, dengan menganalisis pemikiran pendidikan Isma'il Raji al-Faruqi melalui pendekatan filosofis. Isma'il Raji al-Faruqi, yang secara luas dikenal sebagai tokoh utama pencetus gagasan islamisasi pengetahuan dipandang memiliki konsep yang lebih "njelimet" mengenai bagaimana sebuah tatanan pendidikan dibangun atas prinsip-prinsip tauhid. Sehingga dengan tahapan dua belas langkah upaya menuju agenda islamisasi pengetahuan yang dikemukakannya, pada dasarnya al-Faruqi ingin melakukan reformulasi terhadap konsep kurikulum pendidikan muslim. Melalui analisa data dalam proses penelitian ini, dapat ditemukan sekurang-kurangnya tiga point penting dari agenda perbaikan kurikulum muslim. Pertama, kurikulum pendidikan Islam harus meletakkan kajian keislaman dalam konteks yang utuh mencakup semua dimensi dari khazanah Islam klasik. Kedua, khazanah sains modern (secular sciences) barus dikuasai oleh kaum muslim melalui aplikasi dalam kurikulumnya dengan melakukan kajian kritis atas wacana sains Barat. Ketiga, Kurikulum pendidikan Islam tidak boleh bernuansa dikotomi, oleh karena itu sintesis kreatif antara kedua khazanah itu harus terjadi sehingga pengkajian umat Islam terhadap ilmu pengetahuan menjadi utuh tanpa mengenal pemisahan antara disiplin Islam dan disiplin non Islam. Ketiga poin penting ini merupakan dasar-dasar filosofis yang perlu dicermati kaum muslim dalam menata kurikulumnya. Dan ketika hal itu berhasil disosialisasikan pada tataran teoritik dan praktik, berarti beban dan "problematika abadi" berupa dualisme konsep pendidikan di dunia muslim pada tataran yang paling mendasar dapat teratasi.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/60367
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1769]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV