Ekonomi Islam (Studi Pemikiran Muhammad Baqir Sadr dalam Iqtiṣādunā)
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif terhadap pemikiran ekonomi Islam Muhammad Baqir Şadr dalam Iqtiṣādună. Adapun yang menjadi masalah penelitian adalah bagaimana pemikiran ekonomi Islam Muhammad Baqir Şadr dalam Iqtiṣādunā mengenai aspek elemen dasar ekonomi, prinsip ekonomi, masalah ekonomi, distribusi, kepemilikan, sirkulasi, teori distribusi pra dan pasca produksi, teori produksi, dan peran Negara dalam perekonomian. Hal ini periu diketahui paling tidak karena dua hal, yakni secara teoritis dapat dijadikan sebagai bagian dari konsep ekonomi Islam dan secara praktis diharapkan dapat diimplementasikan dalam praktek ekonomi kekinian. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan normatif dan pendekatan historis. Pendekatan normatif bertujuan untuk melihat apa yang menjadi keyakinan, nilai, kaidah atau norma yang dianut Muhammad Baqir Şadr yang kemudian mempengaruhi pemikirannya. Adapun Pendekatan historis bertujuan untuk melihat dan mempelajari sejarah hidup Muhaminad Baqir Şadr. Pendekatan ini bertujuan untuk melihat kondisi sosial- ekonomi-politik pada masa hidupnya. Data dalam penelitian ini adalah data kepustakaan, yakni dengan membaca pemikiran-pemikiran ekonomi Islam Muhammad Baqir Sadr dalam Iqtiṣādună sebagai data primer, dan pemikiran-pemikiran ekonomi Islamnya dalam karya-karyanya yang lain atau komentar terhadap pemikiran-pemikiran ekonomi Islamnya sebagai data sekunder. Dalam menganalisis data, digunakan metode analisis isi (content analysis). Metode ini bertujuan untuk memaknai pemikiran ekonomi Islam Muhammad Baqir Sadr. Selain itu juga digunakan analisis semantik, karena dalam mengemukakan konsep pemikiran ekonomi Islamnya, Muhammad Baqir Şadr sering menggunakan istilah-istilah kunci yang memiliki makna tertentu. Secara garis besarnya, temuan penelitian ini menunjukan bahwa pemikiran ekonomi Islam Muhammad Baqir Sadr adalah sebuah produk yang memadukan aspek normatif dan empirik. Aspek normatif nampak dalam landasan doktrin- teologis yang dikemukakannya. Sedangkan aspek empirik nampak dalam argumen-argumennya tentang kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang menganut sistem kapitalis dan sosialis. Dari perpaduan tersebut menghasilkan sebuah produk pemikiran ekonomi yang religius-humanistik.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
