• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Strategi Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat Pada Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh (Lazis) Masjid Syuhada

    Thumbnail
    View/Open
    2011006.pdf (3.770Mb)
    Date
    2008
    Author
    Arifin, Zainul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Islam dibangun di atas pilar (rukun) yang lima dan zakat merupakan salah satu pilar di dalamnya. Namun jika dibandingkan dengan ibadah atau pilar Islam lainnya, seperti shalat dan puasa maka zakat masih memprihatinkan. Zakat relatif masih tertinggal peleksanaannya. Secara umum zakat dibagi menjadi dua macam. yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Untuk memaksimalkan pengelolaan zakat di Indonesia, maka pemerintah telah mengeluarkan UU Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat Hal ini diperkuat dengan Keputusan Menteri Agama No. 581 Tahun 1999 tentang pelaksanaan UU No. 38 Tahun 1999, dan Keputusan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji No. D/291 Tahun 2000 tentang Pedoman Teknis. Dengan regulasi tersebut maka pengelolaan zakat diharapkan menjadi lebih terarah, mempunyai kekuatan hukum dan (accountable), sehingga masyarakat dapat mengawasi bagaimana zakat tersebut dikelola dan distribusikan dengan baik, tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan ummat yang sesuai dengan aturan agama. LAZIS Masjid Syuhada adalah salah satu lembaga yang berada dibawah naungan Yayasan Masjid dan Asrama (YASMA) Syuhada yang berkonsentrasi pada upaya penghimpunan dan pendistribusian zakat. Sebagai lembaga amil zakat, infaq dan shadaqaah yang amanah dan profesional telah melakukan berbagai usaha pengumpulan dana zakat melalui usaha yang kreatif dan inovatif. Usaha yang dilakukan meliputi DMD (Donatur Mitra Dakwah), GULIR (Gerakan Urunan Lima Ribuan), BARBEKU (Barang Bagus Berkualitas), GAPURA (Gerakan untuk Amal Pendidikan Masyarakat Dhuafa), Wakaf Investasi. Penyelenggaraan Event (seprti seminar, talk show, tabligh akbar, dll) serta kerjasama dengan berbagai pihak untuk membangun masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan atau kemiskinan masyarakat. Dalam hal pendistribusiannya, selain diarahkan disekitar karyawan Masjid Syuhda yang memang memerlukan, pihak LAZIS Masjid Syuhada juga mendistribusikan zakat pada faqir-miskin yang berada di sekitar masjid juga daerah lain. Mayoritas masyarakat sekitar Masjid Syuhada adalah pemulung. tukang becak, penjaga malam, bahkan ada sebagian yang masih mengemis. Oleh karena itu, kehadiran LAZIS Masjid Syuhada dirasakan manfaatnya oleh mereka. Kendala utama yang dihadapi LAZIS Masjid Syuhada adalah SDM yang minim dan belum adanya pengukuhan dari Pemerintah. Hal itu tidak menyurutkan semangat pengelola LAZIS ini untuk tetap bekerja sebagai amil zakat yang amanah dan profesional. Sehingga cita-cita untuk berperan aktif dalam pemberdayaan ummat agar sejahtera dan mandiri bisa tercapai.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/60046
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1637]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV