Problematika Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kayen Karangan Trenggalek
Abstract
Kurikulum tingkat satuan pendidikan memberikan gambaran yang jelas bahwa madrasah diberikan otonomi pendidikan dalam penyelenggaraab maupun pengelolaan pendidikan dengan direalisasikannya kurikulum yang mengembangkan potensi yang sesuai dengan budaya daerah setempat. Pengembangan kurikulum di madrasah tidaklah terlepas dari strategi yang diterapkan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Strategi pengembangan berindikasi terhadap terpenuhinya konsep-konsep kurikulum yan sesuai dengan kebutuhan lokal. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum, yang otonomi luas pada setiap satuan pendidikan, dan pelibatan pendidikan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar- mengajar di sekolah. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah meiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat. Effektivitas KTSP tidak hanya tergantung pada kualitas formal konseptual secara formal, tetapi ditentukan pula oleh bagaimana implementasinya (Actual Curriculum). Bahkan pada tataran implemnetasi kurikulum inilah sebetulnya yang memegang peranan dominan dalam usaha pencapaian tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Kurikulum formal tidak akan memiliki arti apa-apa jika tidak diimplementasikan dengan baik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; (1) Konsep apa yang dilaksanakan dalam Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kayen Karangan Trenggalek?, (2) Tindakan apa yang ditempuh dalam Analisa Diri Madrasah sebagai Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kayen Karangan Trenggalek?, (3)Problematika apa saja yang di hadapi dalam implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kayen Karangan Trenggalek?, (4)Langkah produktif apa yang dilakukan dalam mengatasi Problema Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kayen Karangan Trenggalek? Tujuan penelitian ini adalah sebagai kerangka dasar dalam (1) Mengakses informasi tentang Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kayen Karangan Trenggalek, (2) Mengetahui tindakan Analisa Diri Madrasah dalam Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kayen Karangan Trenggalek, (3) Menginvetarisir Problematika yang di hadapi dalam implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kayen. Karangan Trenggalek, (4) Menganalisa langkah produktif ditempuh dalam mengatasi Problema Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kayen Karangan Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, deskriftif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumenter, angket dan metode pencermatan. Sedangkan data yang diperoleh dianalisis dengan langkah-langkah meliputi reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga validitas data maka penelitian ini dilakukan dengan cermat melalui peprpanjangan waktu penelitian, diskusi sejawat, dan klarifikasi informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kayen Karangan Trenggalek diterapkan berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan oleh BSNP baik struktur kurikulum, beban belajar, kriteria kelulusan, kriteria ketuntasan pembelajaran, dan kriteria ketuntasan belajar. Dalam implementasi KTSP MIN Kayen Karangan Trenggalek masih belum maksimal. Hal ini terbukti dari hasil analisa bahwa Guru kurang memanfaatkan komputer, dan perpustakaan, Guru masih jarang melaksanakan pengayaan kepada siswa yang tinggi prestasinya, Guru kurang menggunakan penilaian aspek pengetahuan, praktek dan sikap, Guru kurang memotivasi siswa untuk belajar lebih baik, dan Guru masih banyak menggunakan metode ceramah. Problema yang dihadapi dalam implementasi KTSP berorientasi pada subtansi dokumen KTSP yang belum tepat sasaran, minimnya sarana prasarana, konstelasi pelaksanaan KTSP masih minim, dan kurangnya motivasi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran yang telah disediakan. Langkah yang ditempuh dalam mengatasi problematika implementasi KTSP dengan cara Mengevaluasi dokumen KTSP, menambah sarana prasarana, mengadakan bimbingan teknis KTSP, melaksanakan supervisi akademik, pembinaan peningkatan motivasi belajar siswa, meningkatkan kegiatan belajar kelompok, peningkatan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar, Guru memilih model pembelajaran yang tepat, dan menyediakan fasilitas guru untuk menyusun perangkat pembelajaran dan penerapannya di dalam kegiatan belajar mengajar.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
