Studi Komparasi Metodologi Keilmuan (Paradigma dan Epistemologi Keilmuan) Pondok Pesantren Leler (Salaf) dan Daar Ulil Albaab (Modern) Kedung Kelor
Abstract
Keberhasilan dalam metodologi keilmuan dipondok pesantren adalah tergantung pada beberapa komponen-komponen yang sangat erat dan saling mendukung antara satu dengan yang lain, diantaranya yaitu paradigma dan epistemologinya. Metodologi dalam suatu perkembangan pondok pesantren sangat penting untuk diketahuinya, karena hal ini disebabkan metodologi adalah cara untuk mencapai kemajuan suatu, dalam hal ini adalah pondok pesantren. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan agama Islam pada umumnya tergambar pada ciri khas yang dimilikinya yaitu adanya pengasuh, santri, kitab-kitab kuning, masjid, asrama. Banyak pemikiran yang muncul ditengah masyarakat yang membahas tentang pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang perbedaan dan persamaan pondok pesantren salaf dan modern dalam metodologi keilmuan. Penelitian ini adalah merupakan penelitian lapangan dan kepustakaan (lebrery research) dengan menggunakan suber primer dan skunder. Dalam menganalisis data digunakan metode komperatif mengungkap sisi persamaan dan perbedaanya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan filosofis. Hasil pembahasan yang di dapat adalah serbagai berikut secara eksplisit, pondok pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam dan pada umumnya pendidikan dan pengajaran tersebut diberikan secara non klasikal (sistim bandongan dan sorogan), dimana seorang kyai mengajar para santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis berupa bahasa Arab, sedangkan santri disediakan asrama atau pondok untuk tempat tinggal. Sedangkan pesantren salafiah adalah tipe pondok pesantren yang masih tetap mempertahankan sistem pendidikan khas pesantren, baik kurikulumya maupun metodologinya, sedangkan pondok modern adalah tipe pondok pesantren yang mengadopsi sistem pendidikan madrasah atau sekolah dengan menggunakan kurikulum pemerintah. Sedangkan dalam persamaan pondok pesantren salaf dan modern adalah pondok pesantren telah menjadi pusat kegiatan pendidikan yang telah berhasil menanamkan semangat kewiraswastaan, kemandirian, dan tidak menggantungkan dari pada orang lain. Maka yang perlu dilakukan adalah adanya konvigurasi sistemik dan kultural antar metodologi tradisional dengan tradisi konvisional-modern. Dengan demikian, penerapan metodologi pengajaran modren dan pembangunan kultul belajar yang dialogis emansipatoris, bisa seirama watak asli dari kultur pesantren.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
