Konsep Anak dalam Al Qur'an dan Implikasnya Terhadap Fase Pendidikan Anak
Abstract
Semua orang sepakat bahwa anak adalah merupakan basis tumbuh kembang generasi, oleh karena itu sangat penting memperoleh perhatian secara serius untuk kelangsungan hidup mereka, yang diawali jauh sebelum anak itu ada, yaitu sejak dari pemilihan jodoh (pra konsepsi). Prenatal, sampai anak itu lahir tumbuh dan berkembang menjadi dewasa. Kajian ayat-ayat al-Qur'an dan Hadis membuktikan bahwa orang tua memiliki pengaruh penting dan dampak langsung terhadap perjalanan nasib dan masa depan anak-anak mereka, baik pengaruh pada masa kanak-kanak, remaja maupun dewasa. Dengan tingkatan dan fase yang berbeda-beda pula. Disamping berbicara tentang ilmu, sosial, hukum dan lainnya, al-Qur'an juga berbicara secara khusus tentang anak. Dan bahkan al-Qur'an mengulanginya dengan istilah yang berbeda beda yaitu: Ibn, Walad, Atfäl, Sabiy, Aqib, Asbat, Gulam, Rabaib, zurriyyah ataupun kata-kata yang tidak menyebut secara langsung seperti Al Ahl, Zawy al-Qurba, Za al-Qurba, Za Maqrabah dan lainnya. Banyaknya sebutan bagi anak menarik untuk dianalisa dan dicari masalah apa yang ada dibalik semua term tersebut. Dalam hal ini penulis tertarik untuk menganalisa dari aspek fase pendidikannya, karena banyak juga sebutan-sebutan tersebut dipakai dalam Hadis atau kitab-kitab klasik berbahasa arab. Sehingga dapat ditemukan untuk siapa nash tersebut ditujukan. Fase yang dapat ditemukan penulis, dibagi menjadi dua bagian pokok yaitu fase sulbi yang terbagi kedalam fase Ma'in Mahin, Ma'in Dafiq, Nutfah, Alaqah, Mudgah, Izaman dan Lahman. Sedangkan fase kedua adalah Khalqan Akhar, yang terbagi kedalam fase: An-Nasl, As-Sobly, At-Tifl, Al-Gulam dan Bani. Kata-kata dalam fase yang penulis tuangkan tersebut adalah kata yang murni dari al-Qur'an, karena penelitian ini merupakan penelitian literal yang data primernya diperoleh dari al-Qur'an dan data sekundemya dari beberapa kitab tafsir, hadits dan sumber pustaka lain yang relevan dengan pembahasan ini. Sedangkan cara menganalisa menggunakan analisa bahasa dan analisa konsep. Analisa data dilakukan terhadap ayat-ayat yang menyebut anak baik secara langsung ataupun tidak langsung dan mengindikasikan arti anak. Sedangkan analisa konsep dimaksudkan untuk menemukan konsep pendidikan yang sesuai dengan tingkatan dan fase tersebut. Berdasarkan analisa ini diperoleh kesimpulan bahwa anak adalah insan yang lemah, yang membutuhkan bantuan dari orang lain, mereka membutuhkan bimbingan dan pendidikan baik itu pendidikan fisik, pendidikan spiritual ataupun pendidikan 'aql. Yang dimulai sejak pernikahan, bersetubuh, masa kehamilan sampai lahir dan tumbuh kembang menjadi orang dewasa dan mandiri. Sebagai konsekuensi timbal balik anak juga memiliki kewajiban yang harus dijalankan seperti berbuat baik kepada kedua orang tuanya, tidak boleh berkata kasar, dan selalu berdo'a memohonkan ampun terhadap kedua orang tuanya, baik selagi masih hidup ataupun meninggal dunia.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
