Hubungan Dukungan Sosial dengan Penerimaan diri pada Penderita Skoliosis di Usia Masa Dewasa Awal
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan
penerimaan diri pada penderita skoliosis di masa dewasa awal. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan skala likert.
Adapun subjek pada penelitian ini terdiri dari 52 subjek penderita skoliosis di
Indonesia. Hipotesis pada penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara
dukungan sosial dengan penerimaan diri pada penderita skoliosis. Skala dukungan
sosial yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan alat ukur Multidimentional
Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan skala penerimaan diri menggunakan
alat ukur Berger’s Self-Acceptance Scale. Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan teknik korelasi Pearson yang menghasilkan bahwa korelasi dukungan
sosial dengan penerimaan diri sebesar r = 0,427 dengan nilai signifikansi p= 0,002
(p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan
sosial dan penerimaan diri pada penderita skoliosis. Berdasarkan hasil analisis
tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Collections
- Psychology [2586]
