Analisis Kinerja Perusahaan Dengan Pendekatan Perspektif Balanced Scorecard (Studi Kasus: Perumda Air Minum Tirta Mayang)
Abstract
Perumda Air Minum Tirta Mayang memiliki kendala bahwa terjadi penurunan perspektif
pelayanan (pelanggan) dan proses bisnis internal (operasi) pada tahun 2022 karena
terdapat berbagai indikator kinerja yang belum mencapai standar yang telah ditetapkan
sehingga berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dalam mencapai visi perusahaan.
Berdasarkan jumlah pelanggan, perusahaan berada pada transisi dari perusahaan kategori
sedang ke kategori besar. Semakin banyaknya jumlah pelanggan, maka berbanding lurus
terhadap permasalahan yang dikeluhkan pelanggan terkait air yang didistribusikan.
Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengukur hasil kinerja perusahaan dari pengukuran
masing-masing indikator empat perspektif kinerja Balanced Scorecard menggunakan
Objective Matrix dan merumuskan usulan perbaikan kepada perusahaan dalam mencapai
standar indikator kinerja menggunakan Fault Tree Analysis. Balanced Scorecard
digunakan sesuai ketetapan BPPSPAM dan metode ini membantu perusahaan untuk
menerjemahkan tujuan perusahaan melalui indikator perspektif keuangan, pelanggan,
proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Analytical Hierarchy
Process membantu pembobotan dari setiap perspektif dan indikator karena BPPSPAM
menetapkan bahwa bobot setiap indikator atau perspektif memiliki nilai yang berbeda-
beda. Objective Matrix untuk mengetahui kategori kinerja perusahaan melalui
pengukuran setiap indikator perspektif berdasarkan standar yang telah ditetapkan
BPPSPAM dan mengetahui indikator yang belum mencapai standar rata-rata dari hasil
indeks perspektif terendah. Fault Tree Analysis untuk mengidentifikasi penyebab belum
tercapai indikator tersebut yang akan menghasilkan usulan perbaikan atau rekomendasi.
Hasil yang didapatkan bahwa kinerja perusahaan tahun 2020, 2021, dan 2022 berkategori
sehat dengan beberapa catatan, yakni ada beberapa indikator yang belum mencapai
standar. Perspektif pelanggan (indikator pertumbuhan pelanggan, kualitas air, dan
konsumsi air domestik) serta proses bisnis internal (indikator efisiensi produksi dan air
tak berekening) memiliki hasil indeks terendah dengan indikator yang belum mencapai
standar rata-rata. Hasil penelitian ini merekomendasikan perbaikan berdasarkan basis
event yang teridentifikasi. Perbaikan yang diusulkan meliputi perbaikan teknologi,
perbaikan prosedur
Collections
- Industrial Engineering [2835]
