• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Oli Bekas sebagai Bahan Peremaja Aspal Daur Ulang terhadap Karakteristik Campuran Split Mastic

    Thumbnail
    View/Open
    15511115 Ahmad Hanif Wildansyah.pdf (12.71Mb)
    Date
    2020
    Author
    15511115 Ahmad Hanif Wildansyah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) merupakan hasil pengerukan perkerasan jalan lama yang biasa digunakan sebagai urukan dan bahkan menjadi limbah. Material RAP yang tidak terpakai lagi dapat digunakan sebagai bahan tambah pembuatan beton aspal baru dengan peremaja. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh oli bekas kendaraan bermotor sebagai peremaja RAP pada kinerja gradasi campuran Split Mastic Asphalt (SMA) 0/11 dengan penambahan serat ijuk sebagai strengthening terhadap karakteristik Marshall, ITS, IRS, Cantabro Loss Penelitian ini dilakukan terlebih dahulu dengan menguji karakteristik material RAP dan agregat baru, kemudian menentukan kadar aspal optimum (KAO) tiap variasi kadar peremaja 0%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Pemeriksaan selanjutnya adalah pengujian karakteristik Marshall, ITS, IRS, Cantabro Loss dengan berpedoman sesuai spesifikasi Bina Marga 2010, Bina Marga 1987, dan Asphalt Institute 1993. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa seiring dengan bertambahnya kadar peremaja 0% hingga 5% cenderung menurunkan beberapa nilai parameter karakteristik Marshall diantaranya nilai dari stabilitas, VITM, VMA, dan MQ. Namun kadar peremaja oli bekas justru relatif meningkatkan nilai dari Flow, VFWA, dan Density pada campuran Split Mastic Asphalt 0/11. Nilai IRS masing masing diperoleh yaitu untuk IRS 24 jam didapatkan persentase sebesar 95,65%, 94,79%, 94,61%, 94,34%, dan 93,91%, untuk IRS 48 jam diperoleh hasil sebesar 88,33%, 87,77%, 87,73%, 86,88%, dan 86,15%. Nilai IRS Pada perendaman 24 jam nilai IRS untuk setiap variasi masih memenuhi persyaratan spesifikasi dari Bina Marga 2010 yaitu minimum 90%, sedangkan nilai IRS 48 jam tidak memenuhi spesifikasi karena < 90%. Nilai nilai Tensile Strength Ratio (TSR) yang seiring bertambahnya kadar peremaja nilai TSR relatif menurun dengan nilai yang didapat adalah 85,2%, 88,5%, 87,2%, 85,3%, 85,4%. Hasil setiap variasi kadar peremaja untuk nilai TSR yang ditambahakan masih memenuhi syarat Asphalt Institute yaitu > 80%.Nilai Cantabro Loss masih memenuhi spesifkasi yang didapatkan relatif < 20% dengan nilai yang diperoleh pada puncak paling sedikit kehilangan pada peremaja 3% sebesar 2,076%.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/29225
    Collections
    • Civil Engineering [4777]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV