• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Uji Kelarutan Batu Ginjal Kalsium Pada Ekstrak Air Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Secara In Vitro

    Thumbnail
    View/Open
    02613084 Elma Eliya Shofa.pdf (5.745Mb)
    Date
    2006
    Author
    Elma Eliya Shofa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penyakit batu ginjal banyak dijumpai di masyarakat. Untuk mengatasi penyakit batu ginjal digunakan berbagai macam metode yaitu penggunaan ultravibrasi, tindakan operasi, dan penggunaan obat-obatan yang dapat meluruhkan batu ginjal. Buah belimbing wuluh adalah salah satu buah yang digunakan secara tradisional untuk peluruh kencing, menurunkan tekanan darah, peluruh dahak, dan menurunkan panas. Kandungan senyawa aktif buah belimbing wuluh antara lain asam sitrat, kalium, flavonoid, dan saponin. Asam sitrat dalam buah belimbing wuluh diduga mempunyai efek melarutkan batu ginjal kalsium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan buah belimbing wuluh dalam melarutkan batu ginjal kalsium secara in vitro. Pemeriksaan kandungan asam sitrat dalam ekstrak air buah belimbing wuluh dilakukan dengan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Batu ginjal yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis kualitatif secara Spektrofotometri Inframerah untuk menentukan bahwa batu ginjal tersebut adalah batu ginjal kalsium. Setiap 100 mg serbuk batu ginjal, masing-masing direndam selama 4jam dalam 10 ml ekstrak buah belimbing wuluh dengan berbagai konsentrasi, yaitu 4, 6, 8, dan 10%, kemudian disaring. Untuk menentukan kadar kalsium yang terlarut dalam ekstrak buah belimbing wuluh, dianalisis secara Spektrofotometri Serapan Atom. Dari hasil analisis, diketahui kadar kalsium dalam ekstrak 4, 6, 8, dan 10% berturut-turut (dalam ppm) adalah 52,182; 55,166; 63,303; dan 68,864. Dari data yang diperoleh dianalisis dengan metode statistik Anava satu arah. Hasilnya menunjukkan perbedaan kadar ekstrak berpengaruh secara signifikan pada jumlah kalsium terlarut.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/26981
    Collections
    • Pharmacy [1834]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV