• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Electric Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Electric Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Magnetic Levitation dengan Pengendali Logika Fuzzy Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8

    Thumbnail
    View/Open
    02524134 Eko Nugroho.pdf (6.639Mb)
    Date
    2007
    Author
    Eko Nugroho
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Magnetic levitation (pelayangan magnetik) adalah teknik mengangkat suatu obyek dengan menggunakan prinsip magnet akibat dari adanya gaya atau medan magnet yang ditimbulkan dari magnet permanen atau kumparan elektromagnet (selenoida). Pelayangan magnetik terjadi jika besar gaya elektromagnet yang menarik atau mendorong benda tersebut sama dengan besar gaya gravitasi benda. Agar gaya elektromagnet sama dengan gaya gravitasi benda maka perlu sebuah sistem dengan sistem kendali yang dapat mengatur besarnya gaya elektromagnet pada selenoida. Sistem kendali yang digunakan adalah sistem kendali logikafitzzy. Dalam sistem ini didisain fungsi keanggotaan masukan errorit) dan delta error(de) dengan jumlah label 3, sedangkan fungsi keanggotaan keluaran PWM dengan jumlah label 6. Proses inferensi menggunakan metode MIN-MAX, sedangkan defuzzifikasi dengan metode Center of Area (COA). Algoritma yang telah dibuat kemudian diimplementasikan pada mikrokontroler AVR ATMega8 sebagai unit kontrol sistem. Feedback sistem adalah posisi pelayangan obyek yang dideteksi dengan sensor hall efek yang kemudian dimasukkan ke mikrokontroler dan diolah sesuai aturan-aturan fuzzy yang telah dibuat. Hasil keluaran pengendali berupa sinyal PWM (Pulse Width Modulation) yang mengatur besar medan magnet pada selenoida. Sistem pengendalian yang dibuat ini dapat melayangkan obyek pada jarak 2 sampai 3 mm dari ujung selenoida. Jarak ini adalah jarak dimana sistem mampu melayangkan benda. Pengukuran parameter-parameter sistem sangat sulit dilakukan karena proses yang cepat sehingga alat ukur yang tersedia tidak dapat membaca perubahan parameter tersebut dan juga sistem tidak dapat dipasang alat ukur karena pemasangan alat ukur dapat mengganggu kerja sistem.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/26354
    Collections
    • Electric Engineering [890]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV